Jawa

Menteri KKP : Harga Pakan yang Mahal Jadi Kendala Pembudidayaan Ikan

Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo menampung sejumlah masukan terkait budidaya ikan di Balai Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar.

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, memanen benih Ikan Nila di Balai Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jateng di Ngrajek, Magelang, Jumat (6/12/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, dalam kunjungan kerjanya ke Balai Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jateng di Ngrajek, Magelang, Jumat (6/12/2019), menampung sejumlah masukan terkait budidaya ikan.

Satu di antara yang jadi sorotan Edhy adalah harga pakan ikan yang masih mahal.

Mahalnya pakan ikan ini berdampak kepada enggannya pembudidaya ikan menggeluti bidang perikanan.

Dikarenakan mereka baru masuk dan belum masuk pasar, mereka sudah merugi.

Wali Kota Magelang Dinobatkan Sebagai Wali Kota Entrepreneur 2019

"Saya mampir ke Jawa Tengah, mendalami lima tahun di Komisi IV, dan menjadi Menteri KKP, cukup mengenal Jawa Tengah. Ada beberapa masukan yang sudah kami catat, terkait pakan yang mahal," kata Edhy, Jumat (6/12/2019) pada kegiatan panen benih Ikan Nila Merah di Balai Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jateng di Ngrajek, Magelang.

Lanjut Edhy, ada dua solusi yang ditawarkannya.

Ia berjanji akan membantu mesin pembuat pakan untuk mengatasi permasalahan pakan ikan di Magelang.

Kedua, pihaknya akan berkomunikasi dengan pengusaha pembuat pakan dan mencari tahu masalah harga pakan yang mahal.

"Kami janji permasalahan pakan di sini, akan kami bantu untuk mesin pembuat pakan ikan modern. Supaya menjadi pelajaran bagi masyarakat bagaimana membuat pakan ikan yang benar. Di samping itu, di setiap kelompok pembudidaya, pakan ikan mandiri. Kedua, kita akan berkomunikasi dengan pengusaha pembuat pakan. Saya yakin mereka paham dengan masalahnya. Saya ingin tahu apa yang menyebabkan harga pakan mahal," katanya.

Tampung Persediaan Daging Jelang Natal, Pedagang Daging di Kota Magelang Diberi Bantuan Freezer

Edhy menceritakan, saat dirinya awal tahun di Komisi IV DPR RI, anggaran pakan ikan dari pembudidaya ini sebanyak 40 persen.

Sekarang naik menjadi 70 persen. Namun, ongkos produksi dari pakan selama lima tahun ini ada kenaikan sebesar 30 persen.

"Ini masalahnya bagaimana, kami mau tahu. Apa masalahnya di distribusi, atau masalahnya terlalu banyak perantara. Ini akan kita cari jalan keluarnya. Kalau dari sisi harga, kita sudah tahu situasi ekonomi. Kita paham paling tidak kalau naik, 10 persen saja seharusnya. Ini kita harus lihat dan sebagian sudah sangat paham dan ingin berbicara. Dua cara ini mudah-mudahan bisa menjawab," ujar Edhy.

Lanjut Edhy, jikalau harga pakan turun menjadi 50 persen, itu sudah untung menjadi 20 persen.

Pihaknya pun akan terus menekan harga pakan, supaya pakan tetap menjadi prioritas.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved