Dampak Serius Saat Pasangan Suami Istri Mulai Jarang Berhubungan Intim
Pernikahan tanpa hubungan intim yang memuaskan bisa menimbulkan ancaman serius bagi keutuhan rumah tangga.
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
Ada banyak alasan di balik kurangnya keintiman dalam pernikahan. Bisa karena menopause, usia, masalah hormonal, atau bahkan karena disfungsi seksual. Padahal, keintiman fisik menjadi elemen yang sangat diperlukan dalam suatu hubungan. Bahkan pernikahan tanpa seks yang memuaskan bisa menimbulkan ancaman serius bagi keutuhan rumah tangga.
Faktanya pernikahan tanpa seks, di mana kurangnya keintiman adalah hal yang besar, dan dapat benar-benar menghancurkan bagi mereka yang hidup dalam pernikahan tanpa keintiman.
Tidak ada seks dalam pernikahan bukanlah sesuatu yang tidak pernah terjadi, mungkin saja ini dialami oleh banyak pasangan.
Apa dampaknya hubungan pernikahan tanpa seks yang mencukupi?
Kurangnya nafkah batin bisa menjadi sumber utama kecemasan dan frustrasi. Ini berlaku bagi wanita maupun pria. Namun hal ini lebih banyak dirasakan oleh pria.
Jadi, seberapa pentingkah seks dalam suatu hubungan?
Terkadang kurangnya hubungan seks akan memicu rasa tidak nyaman pria dan dalam jangka panjang. Ini bisa merusak kepercayaan dirinya.
Di sisi lain, kurangnya keintiman dalam pernikahan untuk wanita bisa sama membahayakannya - namun, tidak selalu dengan cara yang sama.
Wanita cenderung terhubung pada level emosional, sedangkan pria cenderung terhubung pada level fisik.
• Yang Harus Anda Lakukan Saat Bertekad Mengakhiri Hubungan Terlarang Perselingkuhan
Ini bukan untuk mengatakan bahwa seks bukanlah pengalaman emosional bagi seorang pria, atau bahwa wanita tidak menerima kesenangan fisik. Ini tentang pemrograman sosial yang berbeda pada pria dan wanita.
Apa penyebab kurangnya hubungan intim dalam keluarga?
Beberapa faktor yang paling umum semisal masalah usia, memasuki menopause, akibat persalinan, adanya pengalaman traumatis, ketidaksetiaan, penyakit kronis, disfungsi seksual atau bisa juga karena adanya ketidakseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan.
Ini terjadi dalam konteks ketika hubungan intim itu benar-benar terhenti. Bukan naik turun dalam situasi normal.
Jika diibaratkan, seperti halnya sebuah tanaman yang hidup tanpa air.
Ia mungkin masih memiliki daun yang hijau, ia juga mungkin masih menikmati paparan sinar matahari dan bahkan mungkin masih bisa hidup. Tapi pada kenyatannya adalah ia murung dan lesu, sedih dan kehilangan semangatnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/malas-bercinta_20170401_154107.jpg)