Abdul Halim : Cap Intoleransi Terhadap Bantul Kadangkala Tidak Objektif
Label sebagai Kabupaten intoleransi yang disematkan kepada Bantul kadangkala kurang tepat.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Meskipun dirinya tidak bisa memungkiri, memang masih ada sejumlah masyarakat yang belum bisa memahami makna dari toleransi.
Sebab itu, harus terus diperbaiki. Masyarakat terus diberikan pemahaman.
Pemerintah, kata dia, sebenarnya bisa melakukan tindakan nyata karena memiliki perangkat.
Sebab itu, menurutnya, saat ini dibutuhkan pemerintahan yang cerdas, yang dekat dengan rakyat, sehingga dengan kedekatan itu nilai toleransi bisa ditransformasikan kepada masyarakat.
"FKUB (Forum Kerukunan umat beragama) dan Kesbangpol harus diisi dengan orang orang yang paham betul tentang toleransi dan itu pekerjaan yang tidak mudah. Harus di Diklat secara khusus. Kita ingin kabupaten Bantul yang damai dan harmonis. Saya yakin itu bisa dilakukan," ujar dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ketua-dpc-pkb-bantul-abdul-halim-muslih_2911.jpg)