Yogyakarta

PT AMI Siap Lakukan Evaluasi Soal Pelayanan Transportasi Publik

Direksi PT AMI menyebutkan evaluasi ini bukan hanya internal perusahaan plat merah ini saja tetapi juga semua pihak duduk bersama.

Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Ari Nugroho
Istimewa
kondisi bus Transjogja AB 7837 AK yang tampak ringsek bagian depan pasca tabrakan dengan sepeda motor di Simpang Ring Road UPN, Rabu (27/11/2019) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - PT Anindya Mitra Internasional (AMI) operator sekaligus pengelola bus Trans Jogja menyambut baik masukan sejumlah pihak termasuk Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk melakukan evaluasi pasca-kecelakaan yang membuat satu orang tewas.

Direksi PT AMI menyebutkan evaluasi ini bukan hanya internal perusahaan plat merah ini saja tetapi juga semua pihak duduk bersama.

"Perintah dari Ngarsa Dalem (Gubernur) kami sambut baik. Evaluasi bukan internal di PT AMI saja tapi duduk bersama. Ini untuk pelayanan transportasi publik jadi tidak main-main, " ujar Direktur PT AMI, Dyah Puspitasari di kompleks Kepatihan, Jumat (29/11/2019).

Dyah mengatakan, pihaknya sebagai BUMD yang berperan sebagai kepanjangan tangan pemerintah pun berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik.

Dyah juga menyebutkan untuk melakukan maintenance pada transportasi publik pun bukan sesuatu yang mudah.

Sultan HB X Minta Direksi Evaluasi Soal Kasus Trans Jogja

"2016 ketika kami mulai mengelola pun mendapat penolakan. Ada yang bertanya mengapa di bawah bendera PT AMI. Ini hal yang berat, " katanya.

Dia juga menegaskan kasus kecelakaan yang menewaskan Aji Pradana (19) tahun ini juga menjadi pelajaran bagi perusahaannya.

Dia juga mengaku tidak alergi dengan penilaian masyarakat mengenai bus yang ugal-ugalan ataupun marah dengan pelayanan.

"Ini justru kalau masyarakat marah, berarti mereka punya harapan pada kami, " kata Dyah.

Rusak Reputasi

Usai bertemu dengan Gubernur DIY ini, Dyah juga mengungkapkan alasan pemecatan atau PHK pada pramudi dan pramugara bus yang terlibat kecelakaan itu.

Dia menyebutkan, ada keterangan berbelit-belit dari pihak bersangkutan atas detail kecelakaan.

Bahkan, keterangan pramudi dan pramugara ini sempat menjadi rujukan dan justru menuai kontroversi.

"Dari keterangan di lapangan dan hasil investigasi internal diketahui mereka berbelit-belit dalam memberi keterangan. Ini juga merusak reputasi, sehingga kami langsung memutuskan untuk PHK, " jelasnya.

Beri Keterangan Tak Jujur Terkait Kecelakaan, Pramugara Bus Trans Jogja Ikut Di-PHK

Adapun untuk pramudi atau Driver yang ditetapkan tersangka ini, kata Dyah belum glama bekerja di Trans Jogja.

Dia pun menyebut jika pramudi ini baru bekerja mulai bulan Maret lalu.

"Bahkan, dari rekaman cctv bus yang viral, kami menyayangkan itu. Terlihat bagaimana mentalitas driver yang seharusnya mudah fokus. Dia takut, nanggung resiko lalu datang ke Polsek," urainya.

Dikatakan Dyah, pramudi itu juga tidak terburu-buru dalam mengejar interval.

Namun, ada kemungkinan driver ini blank saat mengemudi.

"Saat ditanya petugas tanya dia blank, pas tabrakan khan terlihat melengos kanan. Dia juga bukan terburu-buru mengejar interval," jelasnya.

Untuk pramugara pun keterangannya berbelit belit, yang sempat menyebut saat melaju lampu masih kuning.

Namun, belakangan diketahui jika ini adalah keterangan palsu dan membuat reputasi buruk.

"Kami terus melakukan pembinaan dan menanamkan konsep pelayanan terbaik. Semoga kejadian ini tidak terulang," urai Dyah.

Subsidi

Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana menyebut bus Trans Jogja sudah dibayar berdasar kilometer jalan, bukan banyak sedikitnya penumpang.

Kosong pun tetap dibayar penuh.

Bahkan, Pemda sudah mengeluarkan subsidi Rp 81 miliar tahun ini untuk operasional Trans Jogja dan buying the service tersebut.

BREAKING NEWS : PT AMI PHK Sopir Bus Trans Jogja yang Terlibat Kecelakaan

"Jadi tidak ada alasan apapun untuk rebutan penumpang dan sebagainya. Semua pelayanan sudah dibayar pemda melalui penugasan kepada PT AMI.

Tujuannya agar kenyamanan dan keselamatan nomor satu, bukan kejar setoran, " jelasnya.

Politisi PKS ini juga meminta PT AMI segera melakukan pembinaan terhadap seluruh crew Transjogja, terutama bab keselamatan, sopan santun di jalan, ketaatan aturan dan kenyamanan penumpang maupun pengguna jalan lain

Huda juga meminta karyawan yang tidak sanggup melayani dengan baik dievaluasi, digantikan yang baik.

Pihaknya juga tidak mau dengar lagi ada laporan masyarakat bahwa bus Trans Jogja ugal ugalan, melanggar lalu lintas, atau kebut kebutan dan semacamnya.

Nama pengemudi diubah menjadi Pramudi itu dengan tujuan agar mengedepankan pelayanan dan kemyamanan penumpang ataupun pengguna jalan yang lain, agar berkonotasi sopan dan baik di jalan raya.

"Kami inginkan kedepan Trans Jogja lebih baik dan diberikan jalur prioritas. Agar semakin banyak pengguna dan mengurangi kemacetan, " urainya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved