Pendidikan

Dosen UNY Kembangkan Simulator Boeing 737

Prototype simulator yang dikembangkan ini harganya cukup terjangkau, dan memungkinkan pengguna berinteraksi langsung dengan software.

Dosen UNY Kembangkan Simulator Boeing 737
istimewa
Dosen Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika dan Informatika (JPTEI) UNY, Ponco Walipranoto, bersama dengan ketiga rekannya yang juga alumni UNY Mukhlas Fajar Putra (Alumni JPTEI), Wasang Juwi Pracihno (Alumni JPTEI), dan Wawan (Alumni Teknik Mesin) mengembangkan Hilirasi Boeing 737 Simulator With Motion Drive V.2 (SWMD) yang memiliki harga lebih terjangkau dibandingkan dengan simulator pada umumnya. 

TRIBUNJOGJA.COM - Pada era saat ini, perkembangan teknologi semakin cepat dan memiliki peran yang penting dalam kehidupan sehari-hari.

Di dunia penerbangan sendiri, untuk membantu calon pilot untuk bisa memahami sistem kerja pesawat terbang maupun panel-panel yang terdapat pada cockpit/ruangan kendali pesawat, dibuatlah simulator.

Akan tetapi, untuk bisa mendapatkan simulator diperlukan biaya yang terbilang mahal, bahkan miliaran.

Melihat hal tersebut, Dosen Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika dan Informatika (JPTEI) UNY, Ponco Walipranoto, bersama dengan ketiga rekannya yang juga alumni UNY Mukhlas Fajar Putra (Alumni JPTEI), Wasang Juwi Pracihno (Alumni JPTEI), dan Wawan (Alumni Teknik Mesin) mengembangkan Hilirasi Boeing 737 Simulator With Motion Drive V.2 (SWMD) yang memiliki harga lebih terjangkau dibandingkan dengan simulator pada umumnya.

Shoesayhelp, Parfum Sepatu Anti Bakteri Karya Mahasiswa UNY Raih Investor Senilai Rp 10 Miliar

Ponco menerangkan, prototype simulator yang dikembangkan ini bukan saja cukup terjangkau dari sisi harga, namun juga memungkinkan pengguna berinteraksi langsung dengan software melalui pane instrument real.

"Simulator dibuat mendekati bentuk real dengan memperhatikan performance dasar. Kondisi setiap bandara ditampilkan sesuai database yang dikembangkan. Berisi 2 cockpit yaitu pilot dan co-pilot. Tampilan display menggunakan layar LED monitor," ungkapnya saat dihubungi Tribun Jogja pada Jumat (4/10).

Ponco menerangkan, pembuatan simulator ini menggunakan bahan-bahan lokal, sehingga satu unitnya hanya dihargai sekitar 400 jutaan.

Sedangkan ketika membeli di luar harganya bisa mencapai miliaran.

"Perbandingannya memang jauh, jadi lebih efisien karena kita memakai bahan-bahan lokal. Selain itu, simulator ini juga update terhadap model Boeing yang terbaru Next Generation. Pengembangan kita di tahun 2019 ini. Tahun sebelumnya ada tapi beda tipe," terangnya.

Selain itu, keunggulan lain yang dimiliki simulator ini diantaranya pertama memiliki skala 1:1, berukuran sama dengan pesawat Boeing 737 asli.

Kedua, display mampu menampilkan suasana augmented reality saat Boeing 737 bermanuver, akseleratif dan emergency service. Ketiga mengurangi tingkat kesalahan calon pilot.

UNBOXING KULINER: Snack Hits Super Ekonomis di Jogja

"Selain itu, simulator ini juga bisa mengurangi biaya latihan sebelum terjun pada pesawat, mudah digunakan dan seperti kondisi yang sebenarnya," ungkapnya

Adapun spesifikasi dari simulator ini yakni, bahan rangka besi, akrilik, dan alumunium, dan MDF, Interface USB HID, dimensi 3261 x 2520 x 2020 mm, PC Intel Core i7, RAM 8GB, VGA nVidia NVS 810, ARM chip STM32F407 VGT, Projector Panasonic PT LB330, Software Microsoft Flight Simulator X, System Operation Windows 10, SONY Home Theater DAV-DZ650, 6 Panel Control serta 35⁰ Motion Mechanic.

Ponco menjelaskan, produk ini sendiri saat ini sudah mulai dipasarkan, bahkan ada beberapa konsumen yang melirik simulator buatannya.

"Kita sudah mulai mencari relasi konsumen, diantaranya taman pintar sudah ada pembahasan, membuat versi edukasi, tidak full komplit seperti pesawat pilot dan co-pilot. Selain itu, di Indonesia juga banyak komunitas flight, cukup banyak peminatnya. Prospek pasar menjual per modul," katanya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved