Nasional

BKKBN Siapkan SDM Berbasis Society 5.0

Kepala BKKBN Republik Indonesia, Hasto Wardoyo menjabarkan society 5.0 ini merupakan sebuah keniscayaan yang mau tak mau harus dihadapi dimana kolabor

BKKBN Siapkan SDM Berbasis Society 5.0
TRIBUNJOGJA.COM / Andreas Desca Budi Gunawan
Kepala BKKBN Republik Indonesia, Hasto Wardoyo (kiri) saat mengunjungi Seminar dan Call For Paper Pengembangan SDM Tahun 2019 dengan tema 'Industri 4.0 menuju Society 5.0' yang digelar oleh Perwakilan BKKBN DIY di Sahid Raya Hotel and Conventions, Sleman, Kamis (28/11/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Menghadapi persiapan revolusi industri 4.0 menuju Society 5.0, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DIY menggelar Seminar dan Call For Paper Pengembangan SDM Tahun 2019 dengan tema 'Industri 4.0 menuju Society 5.0' di Sahid Raya Hotel and Conventions, Sleman, Kamis (28/11/2019).

Kepala BKKBN Republik Indonesia, Hasto Wardoyo menjabarkan society 5.0 ini merupakan sebuah keniscayaan yang mau tak mau harus dihadapi dimana kolaborasi antara teknologi dan prinsip dasar manusia ini bisa diterapkan.

"Society 5.0 ini kan fokusnya bagaimana menggunakan teknologi 4.0 berfokus pada nilai manusianya. Jadi segala sesuatu jangan sampai menggradasi nilai-nilai kemanusiaan," jelasnya.

Kepala BKKBN Bina 319 Penyuluh KB di Kota Magelang

Ia mencontohkan, bahwa di negara Jepang yang kemajuan teknologi industrinya pesat dan bisa dibilang menjadi rujukan kemajuan teknologi, mulai khawatir dengan industri 4.0 yang tidak memanusiakan manusia.

Hal tersebut berakibat pada menurunnya nilai-nilai kemanusiaan.

"Oleh karena itu pelatihan SDM ini bagaimana ingin memasukkan unsur Society 5.0 seperti memperlakukan manusia dengan 3 pilar yang dipesankan oleh aristoteles yakni etika, logika dan empati dalam praktek pelayanan BKKBN. Society 5.0 itu mengingat 3 pilar itu," lanjut Hasto.

Hasto melanjutkan penerapan Society 5.0 dalam bidang BKKBN yakni terkait dengan bagaimana mengatasi masalah kesenjangan pelayanan di daerah-daerah satelit.

Kepala BKKBN Sebut Jumlah Penyuluh KB Tidak Ideal

Selain itu juga termasuk dengan pelayanan publik dan reformasi birokrasi, pelatihan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) serta terkait Kependudukan dan Keluarga di Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0.

Selain menambah wawasan, dikatakan Hasto, melalui pelatihan ini diharapkan akan mampu memberikan masukan secara keilmuan baik bersifat kebijakan dalam Pendidikan dan pelatihan, pengembangan SDM dan substansi teknis kependudukan dan keluarga bagi para peserta yang notabene SDM di lingkungan BKKBN.

"Urgensi (penerapan Socety 5.0) di Indonesia adalah untuk menyelesaikan kesenjangan pelayanan, kalau kita bisa berbasis manusia maka bagaimana kita melakukan pemerataan pelayanan di daerah remote area," paparnya.

Lanjutnya, "penerapan Society 5.0 dapat dilakukan misalnya bagaimana drone bisa kita arahkan untuk mengirim kebutuhan kader disana. Basis kita adalah mengatasi kesenjangan layanan. Kita cari layanan yang belum terlayani dengan baik dengan teknologi."

BKKBN Lakukan Pendataaan 63 Juta Keluarga, Ajukan Anggaran Rp 611 Miliar

Plt. Kepala Perwakilan BKKBN DIY Rohdhiana Sumariati, menyampaikan bahwa Pelatihan ini diikuti tak kurang dari 200 orang peserta yang terdiri dari Pengelola dan Penyelenggara Pelatihan, Akademisi, Peneliti, Widyaiswara, Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan umum dari dari lembaga Pelatihan dan Pengembangan serta Perguruan Tinggi Se-DIY dan Perwakilan BKKBN Se-Indonesia.

"Kita harap pelatihan ini mampu meningkatkan kompetensi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari serta berhasil membentuk SDM yang siap untuk mendukung Indonesia dalam menuju Indonesia Emas 2045," paparnya. ( TRIBUNJOGJA.COM | Andreas Desca Budi Gunawan )

Penulis: Andreas Desca
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved