Jawa

BKKBN Lakukan Pendataaan 63 Juta Keluarga, Ajukan Anggaran Rp 611 Miliar

BKKBN mengajukan anggaran sebesar Rp 611 Miliar untuk program pendataan keluarga di tahun 2020 nanti.

BKKBN Lakukan Pendataaan 63 Juta Keluarga, Ajukan Anggaran Rp 611 Miliar
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, saat diwawancarai usai acara pembinaan kepada ratusan Penyuluh Keluarga Berencana sewilayah eks-Kedu, di Hotel Trio, Kota Magelang, Jumat (8/11/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengajukan anggaran sebesar Rp 611 Miliar untuk program pendataan keluarga di tahun 2020 nanti.

Pendataan akan dilakukan ke 63 juta KK.

Tujuannya, untuk dapat memiliki Indeks Pembangunan Keluarga (IPK).

Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo mengatakan, pihaknya sudah mengajukan anggaran ini ke DPR.

Tutorial Tampil Kece dengan Makeup Sachet yang Praktis dan Terjangkau

Besar anggaran sebesar Rp 611 Miliar yang diperlukan untuk pendataan keluarga tahun 2020 nanti, sebanyak 63 juta KK.

Anggaran yang baru disetujui adalah sebanyak Rp 246 Miliar.

Sisanya akan dijanjikan di anggaran perubahan tahun 2020.

"Saya mengajukan Rp 611 Miliar, untuk pendataan keluarga di 2020. Baru disetujui Rp 246 Miliar, tapi akan dijanjikan diadakan di perubahan tahun 2020. Saya kan baru datang ke BKKBN, minta dana banyak, belum langsung terakomodir. Namun, tahun 2020, mudah-mudahan perubahan dipenuhi," ujar Hasto, Jumat (8/11/2019) usai acara pembinaan penyuluh keluarga berencana di Hotel Trio, Magelang.

Hasto mengatakan, sasaran pendataan adalah 63 juta KK yang ada di Indonesia.

Halaman
12
Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved