Jawa

Komisi X DPR RI Beri Banyak Catatan Terkait Candi Borobudur

Komisi X DPR RI melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Magelang, Jumat (22/11/2019). Kalangan dewan memberi banyak catatan terkait Candi Borobudur.

Tayang:
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Anggota Komisi X DPR RI, H Rano Karno saat memberikan catatan soal Candi Borobudur di Pemkab Magelang, dalam Kunjungan Kerja spesifik bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, bersama rombongan Komisi X DPR RI di Kabupaten Magelang, Jumat (22/11/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Komisi X DPR RI melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Magelang, Jumat (22/11/2019).

Kalangan dewan memberi banyak catatan terkait Candi Borobudur.

Mulai dari lokasi candi yang lebih banyak dikenal di DIY, ketimbang di Kabupaten Magelang, sampai dengan kapasitas dan kekuatan candi dalam menampung wisatawan.

Anggota Komisi X DPR RI, Rano Karno, melihat, Candi Borobudur lebih banyak dikenal masyarakat berada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), ketimbang di Kabupaten Magelang.

Padahal sudah jelas, Candi Borobudur berada di Kabupaten Magelang.

Menurutnya, pihak Pemerintah Kabupaten Magelang seharusnya dapat memperjuangkan posisi publik dari Candi Borobudur sehingga dapat diketahui oleh masyarakat dengan jelas.

Dewan Soroti Keretakan Dinding Bangunan Samapta Aquatic Sport Center Sanden Kota Magelang

"Borobudur ini sebenarnya di mana sih? kenapa masih banyak tertulis di DIY, terutama di sosial media. Nah, artinya ini yang harus diperjuangkan oleh Pemkab Magelang," ujar, Rano Karno, saat melakukan kunjungan kerja spesifik bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, bersama rombongan Komisi X DPR RI di Kabupaten Magelang, Jumat (22/11/2019).

Rano juga meminta adanya keterlibatan masyarakat pada pembangunan pariwisata yang ada di Borobudur.

Masyarakat harus turut menikmati dengan keberadaan destinasi super prioritas Candi Borobudur.

Jangan sampai Borobudur ramai, tetapi masyarakat tidak dapat apa-apa.

"Tadi saya sempat bertanya kepada Camat, katanya di Borobudur ini ada 20 Desa. Maka saya tanya, apakah masyarakatnya sudah ikut menikmati dengan keberadaan Candi Borobudur. Kalau sudah, Alhamdulillah. Jangan sampai ramai, tetapi mereka tidak dapat apa-apa. Jangan sampai nanti masyarakat Borobudur menolak, semua bisa drop," tandasnya.

'Bang Doel' juga memberikan catatan kaitannya kapasitas dan kekuatan Candi Borobudur dalam menampung para wisatawan, terutama pada bangunan candi.

UNBOXING KULINER: Snack Hits Super Ekonomis di Jogja

Jumlah wisatawan akan terus bertambah, terlebih saat bandara baru NYIA sudah beroperasi, sehingga perlu adanya perhitungan kekuatan candi oleh dinas purbakala terkait.

"Berapa banyak beban orang yang bisa menginjak candi. 1 juta orang atau 2 juta orang? atau bagaimana?. Mungkin tidak boleh juga orang serentak berada di titik candi yang mana, nah itu kan juga perlu dikaji dan diatur," tuturnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved