Jawa

Pemkab Magelang Terus Lakukan Perbaikan Jalur Evakuasi di Kawasan Rawan Bencana Merapi

Pemkab Magelang terus melakukan pemeliharaan terhadap jalur evakuasi di 19 desa yang ada di KRB III Gunung Merapi.

Pemkab Magelang Terus Lakukan Perbaikan Jalur Evakuasi di Kawasan Rawan Bencana Merapi
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Bupati Magelang, Zaenal Arifin, Rabu (20/11) saat peninjauan kesiapan terhadap bencana di Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemerintah Kabupaten Magelang terus melakukan pemeliharaan terhadap jalur evakuasi di 19 desa yang ada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Gunung Merapi.

Kondisi jalur dinilai sudah baik.

Kerusakan yang terjadi akan diperbaiki secara berkelanjutan.

"Jalur evakuasi terus kita perbaiki, terus kita pantau. Karena apapun, jalur ini juga terus digunakan tiap hari oleh warga untuk aktivitas keseharian, tentunya disitu ada yang rusak-rusak sedikit, tetapi kita perbaiki terus,'" kata Bupati Magelang, Zaenal Arifin, Rabu (20/11/2019) saat peninjauan kesiapan terhadap bencana di Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.

Ganjar Pranowo Ingatkan Penambang Sekitar Merapi Tak Keruk Terlalu Banyak

Tak hanya perbaikan jalur, Zaenal mengatakan, pihaknya telah menyiapkan tempat pengungsian baik untuk manusia atau hewan ternak.

Sejumlah titik telah dipersiapkan.

Sebanyak 19 desa yang menjadi titik rawan bencana akan ditampung di 49 desa yang menjadi desa penyangga.

"Tempat pengungsian terus diperbaiki. Kita tidak hanya mengungsikan manusia saja, tetapi hewan. Ada beberapa titik yang kita siapkan. Di sini ada 19 desa yang menjadi titik rawan bencana ada, hampir 49 desa ini yang menjadi di desa penyangga. Dari 19 desa itu akan lari disana, semua akan dibagi disana. Di sana kita sudah siapkan. Termasuk petugas khusus yang mengurusi hewan-hewan nanti," katanya.

Sementara itu, Kepala Sekretariat BPBD Kabupaten Magelang, Ratna Yulianti, mengatakan, jalur evakuasi dari 19 desa di KRB III yang berpasangan dengan desa penyangga, sudah ditrack dan didigitalisasikan.

Seluruh jalur sudah dipetakan.

7 Rekomendasi Minuman Bubble Tea Kekinian di Jogja

"Jalur evakuasi sudah di-track dari BPBD dan dari desa-desa KRB III, dan sudah didigitalisasikan. Jikalau kita lihat Pusdalop atau web BPBD sudah keliatan jalur evakuasi mana yang harus dilewati oleh masing-masing desa tersebut," katanya.

Ratna mengatakan, digitalisasi jalur evakuasi ini agar masyarakat dapat mengetahui jalur yang dilalui menuju desa penyangga, sehingga tidak ada satu jalur dilewati banyak desa dan bertumpuk di satu titik.

"Dari desa KRB III, mereka sudah mengetahui jalur yang dilalui menuju desa penyangga, sehingga tidak ada jalur yang dilewati oleh banyak desa dan bertumpuk di satu titik. Ini kita petakan semuanya," ujarnya.

Pemeliharaan jalur akan terus dilakukan, untuk menyiapkan jalur agar dapat digunakan jika terjadi bencana sewaktu-waktu. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved