Pendidikan

SMK Muhammadiyah Imogiri Wakili DIY di LKS Jurusan TBSM Tingkat Nasional

SMK Muhammadiyah Imogiri, Bantul berhak mewakili DIY untuk lomba kompetensi siswa (LKS) jurusan teknik dan bisnis sepeda motor (TBSM) tingkat nasional

SMK Muhammadiyah Imogiri Wakili DIY di LKS Jurusan TBSM Tingkat Nasional
IST
Duwi Istiawan (tengah) didampingi Kepala Sekolah dan Guru SMK Muhammadiyah Imogiri, Bantul. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - SMK Muhammadiyah Imogiri, Bantul berhak mewakili DIY untuk lomba kompetensi siswa (LKS) jurusan teknik dan bisnis sepeda motor (TBSM) tingkat nasional, setelah merengkuh juara pertama dalam kompetisi di level provinsi beberapa waktu lalu.

Kepala SMK Muhammadiyah Imogiri, Sabarudin Ahmad berujar, prestasi dalam lomba yang dilangsungkan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, di BLPT Yogyakarta pada 12-14 November itu, diraih atas nama siswa Duwi Istiawan.

"Alhamdulillah, sekolah kami yang diwakili Mas Duwi, berhasil mendapat juara satu, sekaligus mewakili DIY untuk berlaga di tingkat nasional, pada Semptember 2020 mendatang," katanya, Selasa (19/11/20).

Daftar Instansi yang Masih Membuka Lowongan CPNS 2019 untuk Jenjang SMA/SMK

Torehan itu sekaligus mengulang prestasi tahun 2017 lalu.

Menariknya, dalam perlombaan kali ini, tiga posisi teratas disabet wakil Bumi Projo Tamansari, mulai dari runner up SMK Muhammadiyah 1 Bantul, serta SMK Muhammadiyah Bambanglipuro di peringkat tiga.

"Ya, kebetulan juaranya dari sekolah Muhmmadiyah semua, lalu kebetulan juga dari Bantul semua, luar biasa tentunya," ucap Sabarudin.

Ia pun menuturkan, prestasi itu bisa diraih Duwi, berkat kejelian dalam merampungkan tiga kompetensi utama yang dilombakan.

Ketiga komponen tersebut meliputi keterampilan merakit komponen, perbaikan atau troublehooting, hingga teknik pengukuran.

"Kita sudah melakukan persiapan sejak jauh-jauh hari, latihan yang terstruktur sesuai bidang lomba, dengan intensitas cukup tinggi. Sehingga, hasil yang didapat bisa sesuai target," tandasnya.

Sementara itu, Duwi Istiawan mengaku bangga bisa mewakili DIY untuk berlomba di tingkat nasional pada tahun depan.

Apalagi, meski sanggup keluar sebagai jawara, dalam kompetisi level provinsi, persaingan antar kontestan dinilainya sudah sangat ketat.

SMK Muhammadiyah Imogiri Resmikan Samsung Tech Institute

"Kompetitornya berat, kita semua bersaing ketat di sana. Tapi, alhamdulillah bisa meraih hasil maksimal. Ini buah dari kerja keras dan bimbingan dari para mentor di sekolah ya," katanya.

Remaja 18 tahun yang kini duduk di bangku kelas III SMK tersebut menjelaskan, tantangan terberat yang harus dilewatinya di perlombaan, adalah pada sesi troublehooting.

Pasalnya, kontestan dituntut bisa menghidupkan sepeda motor yang mati total

"Dan sepeda motornya kan acak, jadi beda dengan yang kita pakai saat latihan. Kita sama sekali tidak tahu ya, rusaknya dimana, harus benar-benar bisa menganalisis dan memperbaikinya dalam waktu sekitar 30 menit," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved