SMK Muhammadiyah Imogiri Resmikan Samsung Tech Institute

Peresmian tersebut diharapkan dapat meningkatkan mutu layanan pendidikan yang disesuaikan

SMK Muhammadiyah Imogiri Resmikan Samsung Tech Institute
Tribun Jogja/ Yosef Leon
Direktur Pembinaan SMK Kemendikbud RI, Bahrun (kiri) berbincang dengan Kepala Disdikpora DIY, Kadarmanta Baskara Aji, didampingi oleh Ennita Pramono, Head of Corporate Citizenship PT Samsung Elektronics Indonesia dan perwakilan sekolah SMK Muhammadiyah Imogiri usai meresmikan berdirinya Samsung Tech Institute di sekolah setempat, Sabtu (13/7/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhamadiyah Imogiri, Bantul meresmikan berdirinya Samsung Tech Institute di sekolah setempat, Sabtu (13/7/2019).

Peresmian tersebut diharapkan dapat meningkatkan mutu layanan pendidikan yang disesuaikan dengan perkembangan dunia usaha dan industri.

Head of Corporate Citizenship PT Samsung Elektronics Indonesia, Ennita Pramono, mengatakan perkembangan yang sangat cepat dalam dunia industri membuat kebutuhan tenaga kerja dengan skill dan keahlian yang mumpuni sangat penting.

Maka itu, lulusan SMK yang dibutuhkan bukan hanya yang memahami teori namun yang siap terjun di lapangan.

Pihaknya juga telah berkolaborasi dengan sejumlah SMK di Indonesia lewat Samsung Tech Institute, sebagai dukungan terhadap program pemerintah yang menginginkan lulusan SMK agar siap kerja dan memenuhi kebutuhan industri.

"Program ini memberikan pelatihan perbaikan alat-alat elektronika dan telah kami sesuaikan dengan standar keterampilan dasar yang sesuai dengan kebutuhan industri," ujarnya.

Hingga saat ini, pihaknya telah mempunyai 66 rekan kerjasama yang menghadirkan Samsung Tech Institute di tiap sekolah.

Samsung menargetkan akan terdapat 100 SMK yang akan dijangkau hingga akhir tahun ini.

Direktur Pembinaan SMK Kemendikbud RI, Bahrun, mengatakan hubungan antara pihak sekolah dan dunia industri mestinya dapat ditingkatkan.

Ia mengapresiasi langkah Samsung Elektronics Indonesia dan SMK Muhammadiyah Imogiri yang telah menjalin kerjasama untuk meningkatkan kompetensi lulusan.

Pihaknya juga tengah menggodok kebijakan terhadap dunia industri yang memberikan dana bantuan lewat pendirian pusat pelatihan di sekolah.

Kebijkan tersebut nantinya akan memangkas beban pajak yang akan ditanggung oleh perusahaan jika memberikan sumbangsih dana kepada sekolah.

"Selama ini kan yang dipakai dana CSR, kalau itu sudah biasa dan wajib ketentuannya. Ini sedang kita siapkan dan koordinasikan dengan berbagai Kementerian bagaimana juknis dan juklak-nya," urai Bahrun. (*)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved