Merapi Erupsi

Kata Mbah Rono Soal Erupsi Gunung Merapi Hari Ini

Terkait erupsi Merapi hari ini, ahli vulkanologi Surono menyebutkan bahwa hal ini disebabkan oleh kantung magma yang sudah mendekat ke permukaan.

Editor: Rina Eviana
Tribun Jogja/ Santo Ari
Ahli Vulkanologi, Surono 

“Jika memang stagnan atau aktivitasnya menurun, berarti erupsi akan berhenti dengan sendirinya. Jika aktif dan di atas rata-rata, maka kemungkian masih ada letusan,” tuturnya.

Namun ia menjelaskan bahwa letusan susulan dari Gunung Merapi kemungkinan tidak akan sebesar letusan pertama, karena guguran kubahnya sudah cukup banyak.

“Ketika erupsi pertama tadi, guguran kubahnya sedikit meningkat jumlahnya. Arah letusannya ke barat karena anginnya memang ke arah sana. Materialnya bukan yang berat sehingga bisa tertiup angin. Berbeda dengan awan panas,” paparnya.

Erupsi Merapi Hari Ini: Wilayah Magelang Sempat Diguyur Hujan Abu Tipis, Sleman Aman

Menurut Mbah Surono, secara keseluruhan erupsi ini merupakan aktivitas yang baik karena energi terlepaskan dari Gunung Merapi.

Masyarakat tidak perlu panik, namun harus tetap waspada dan mengikuti arahan pihak berwajib.

“Jangan membayangkan letusan seperti tahun 2010. Tidak mudah Merapi membuat letusan seperti itu. Sejak 2010 Merapi sudah berubah karakter,” tutupnya.

Hujan abu

ILUSTRASI: BPBD Provinsi Jawa Tengah bersama BPBD Kabupaten Magelang, Pemerintah Desa Dukun, OPRB, jajaran TNI serta relawan membagikan masker kepada masyarakat dan pelajar sekolah di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang yang menjadi wilayah terdampak hujan abu dari letusan freatik Gunung Merapi, Rabu (23/5/2018) pagi tadi.
ILUSTRASI: BPBD Provinsi Jawa Tengah bersama BPBD Kabupaten Magelang, Pemerintah Desa Dukun, OPRB, jajaran TNI serta relawan membagikan masker kepada masyarakat dan pelajar sekolah di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang yang menjadi wilayah terdampak hujan abu dari letusan freatik Gunung Merapi, Rabu (23/5/2018) pagi tadi. (IST)

Paca Erupsi, Sleman dilaporkan aman dari guyuran hujan abu. Sementara hujan abu turun di dua desa di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang yakni, Desa Sumber dan Keningar, paska letusan awan panas yang terjadi pada Minggu (17/11) siang tadi.

Hujan abu turun secara tipis dan jangka waktu yang singkat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edy Susanto, mengatakan, dampak letusan awan panas Gunung Merapi pada Minggu (17/11) siang tadi mengakibatkan hujan abu yang turun secara tipis di dua wilayah desa di satu kecamatan.

"Update terakhir pukul 11.30 WIB tadi. Hal tersebut berdasarkan dari informasi dan laporan masyarakat. Dampak dari letusan awan panas tadi, hujan abu turun di Desa Sumber dan Desa Keningar, Kecamatan Dukun," kata Edy, Minggu (17/11) melalui pesan singkat.

Edy mengatakan, hujan abu yang turun secara tipis dan tidak lama.

Meski turun hujan abu, aktivitas masyarakat tetap berjalan normal seperti biasanya.

Tidak ada dampak yang signifikan akibat hujan abu tersebut.

"Sejauh ini masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa dan tidak ada dampak yang signifikan. Kondisi masih kondusif," tuturnya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved