Jawa
Coaching Clinic Borobudur Marathon 2019 bersama Let's Move Salonpas Berikan Tips Buat Pelari
Jika terjadi keram saat lomba, menurunkan pace race, berhenti sejenak, mencari tenaga medis. Jika tidak ada medis, stretching dan gunakan peralatan me
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Para pelari wajib menjaga hidrasi sebelum dan selama race Borobudur Marathon 2019, Minggu (17/11/2019) nanti.
Bahkan setelah race, hidrasi pun penting dilakukan. Refuelling dan recovery tubuh juga perlu setelah berlari jarak jauh agar kondisi tubuh dapat pulih kembali.
"Satu jam sebelum race, pelari wajib memenuhi 600 mililiter (ml) air. Saat garis start tidak usah terlalu banyak, meskipun harus hidrasi terus. Terpenting basahin mulut biar tidak kering. Para pelari juga siap di water station selanjutnya. Kalau internasional, saya harapkan jangan langsung nge-push di target lomba atau pace race, tetapi dibawahnya dulu. Sampai badan siap banget untuk pace lomba. Tunggu kondusif baru kejar pace lomba kita," ujar Agung Gantar, Pelatih Lari dalam Coaching Clinic Session dengan Lets Move Salonpas, Sabtu (16/11/2019) di Ballroom Hotel Grand Artos Magelang.
• Borobudur Marathon 2019, Jaga Hidrasi dan Waktu Istirahat Akan Tunjang Performa Lari
Agung menganjurkan para pelari agar di setiap water station nanti dapat minum.
Para pelari baik di semua kategori, terutama untuk marathon dan half marathon yang dapat berlari di atas satu jam.
Sedikit tak apa, asal tetap terhidrasi.
Ia juga mengimbau kepada para pelari untuk menambah energi dengan asupan yang biasa pada latihan sebelumnya.
Tidak perlu mencoba makanan baru yang manis, cukup dengan kurma atau madu.
"Setiap water station disarankan minum minum jangan terlalu vanyak. Basahin bibir aja gapapa. Maraton, bisa di atas sejam, half juga di atas sejam. Refueling, energinya ditambah dengan ditambah asupan yang menjadi kebiasaan di latihan sebelumnya," katanya.
Selain nutrisi, strength training atau latihan kekuatan juga penting untuk mengantisipasi keram pada saat race nanti.
Jika terjadi keram saat lomba, menurunkan pace race, berhenti sejenak, mencari tenaga medis. Jika tidak ada medis, stretching dan gunakan peralatan medis yang dibawa.
• Borobudur Marathon 2019, Penginapan di Balkondes Ludes, Ekonomi Warga Sekitar Terangkat
"Jikalau sudah 21 kilometer ke atas itu suka ngerasa mau keram atau tiba-tiba saja keram. Oleh karena itu, strength training, satu dua kali seminggu itu penting. Jika keram, solusinya harus menurunkan pace race. Turunkan pace, berhenti, cari medis. Kralau gak ada stretching, palai peralatan medis yang dibawa. Pakai spray, untuk menyiapkan otot buat dipakai lari lagi," kata Agung.
Setelah finish, para pelari disarankan tidak langsung berhenti atau bahkan sujud, tetapi tetap berjalan kaki. Biarkan kondisi tubuh, suhu tubuh turun lagi, kemudian minum. Kenakan baju ganti yang baru, karena baju yang basah karena keringat dapat mengundang penyakit.
Para pelari juga dapat pergi ke tempat massage atau fisio, buat recovery. Makanan yang dianjurkan setelah berlari adalah karbohidrat, lemak, protein, cairan dan vitamin serta mineral. Makanan bisa berupa susu ataupun roti, kemudian buah-buahan dan cairan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/agung-gantar-memberikan-tips-buat-pelari-pada-coaching-clinic-session.jpg)