Jawa

Borobudur Marathon 2019, Jaga Hidrasi dan Waktu Istirahat Akan Tunjang Performa Lari

Pola makan juga menjadi salah satu hal yang penting. Jenis makanan yang salah dimakan akan berbahaya karena menyebabkan sakit atau diare yang akan men

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Talkshow Do's and Don'ts Hydration Strategy oleh Andreas Kansil dan Riefa Istama pada event Borobudur Marathon 2019 di Hotel Grand Artos, Magelang, Jumat (15/11/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Jaga hidrasi dan waktu istirahat yang cukup menjadi dua hal yang perlu dijaga untuk para pelari yang hendak mengikuti Borobudur Marathon 2019, Minggu (17/11/2019) mendatang.

Hal ini agar kondisi badan lebih prima saat mengikuti race nanti.

Pentingnya minum air untuk hidrasi badan beberapa hari sebelumnya, akan membantu pelari tidak mengalami kekurangan air atau dehidrasi yang akan berdampak kepada performa mereka nanti pada saat race.

Air minum atau isotonik dapat diminun untuk hidrasi badan selama masa persiapan.

"Paling penting adalah menjaga hidrasi badan. Dari hari ini kalau perlu, jangan sampai hari ini atau sampai besok kita kurang minum. Ini berlaku untuk semua kategori. Terutama yang maraton, karena dia akan lari jarak lebih jauh. Lebih baik minum banyak, meski harus sering ke toilet, daripada nanti pada saat lari hidrasi kurang," kata Komite Borobudur Marathon 2019, Riefa Istamar, Jumat (15/11/2019) usai talk show Borobudur Marathon 2019 di Hotel Grand Artos Magelang.

Borobudur Marathon 2019, Penginapan di Balkondes Ludes, Ekonomi Warga Sekitar Terangkat

Selain hidrasi badan, Riefa mengatakan waktu istirahat yang cukup juga sangat penting.

Banyak sekali pelari yang kerap lupa dengan waktu istirahat mereka.

Mereka sering abai dan tidur larut malam, yang nantinya akan berdampak kepada kondisi badan.

Terlebih saat race, mulai pukul 04.00 WIB dini hari sudah akan dimulai, sehingga membutuhkan perhitungan waktu istirahat yang cukup.

"Istirahat yang cukup, karena banyak pelari dia lupa dan istirahat mereka kurang. Mereka tidur telat sampai pukul 00.00 WIB malam lebih. Tidur itu akan mempengaruhi performa pelari. Kalau bisa pukul 21.00 WIB itu sudah tidur. Terutama hari sabtu. Karena racenya 03.00 WIB pagi, pelari sudah masuk. Datang jam 03.30 WB, pelari harus siap-siap dari jam 01.00 WIB.

Kalau menginap di sekitar Borobudur, bisa sambil jogging atau pemanasan, tapi kalau di jogja atau di lokasi agak jauh, butuh waktu perjalanan, jadi harus siap dan diperhitungkan. Jangan sampai kita kurang waktu istirahat," tutur Riefa.

Dua hal tersebut cukup penting untuk persiapan jelang race, terutama untuk menghadapi cuaca yang panas saat race nanti. Persiapan sebelumnya pun harus bisa matang.

Pola makan juga menjadi salah satu hal yang penting. Jenis makanan yang salah dimakan akan berbahaya karena menyebabkan sakit atau diare yang akan menganggu race para pelari nanti.

Hari Wayang Sedunia di Magelang Dirayakan dengan Kirab 108 Wayang di Candi Borobudur

"Pada saat lari, jangan lupa minum sebelum haus. Pelari salah satu penyakitnya adalah menunda minum. Kalau sebelumnya, seperti 10K, tak minum tidak apa-apa. Tetapi pada saat lomba, maraton 42K. Minum dari awal start, kilo meter 2,5 langsung minum, akan membantu badan kita nenghadapi cuaca yang panas," katanya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved