Nasional

Silaturahmi Akademisi Yogya Bersama Mahfud MD, Buya Ingatkan Mahfud Agar Berani Kritik Presiden

Para akademisi ini tergabung dalam Gerakan Suluh Kebangsaan yang digagas dan diketuai oleh Mahfud MD. Selain itu, hadir sejumlah tokoh penting nasiona

Tayang:
Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: Ari Nugroho
Istimewa
Menkopolhukam, Mahfud MD saat menghadiri acara Silaturahmi Akademisi Yogyakarta di Hotel Rotal Ambarukmo, Yogyakarta, Jumat (15/11/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Yang saya kenal dari seorang Mahfud MD dia itu orangnya rendah hati. Pernah saya sampaikan selamat kepada dia setelah dilantik menjadi Menkopolhukam. Dia (Mahfud MD) kemudian menjawab bahwa pencapaianya menjadi menteri tersebut berhasil diraih berkat doa orang tua dan guru-gurunya.

Demikian sepenggal kesan yang disampaikan Maria SW Sumardjono di sela acara Silaturahmi Akademisi Yogyakarta bersama Mahfud MD di Hotel Rotal Ambarukmo, Yogyakarta, Jumat (15/11/2019). Maria, adalah salah satu guru besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) dan pernah menjadi guru Mahfud FD.

“Saya titipkan bangsa ini kepada Mahfud MD atas jabatannya sebagai Menkopolhukam. Kami akan ikut mendukung dan membantu dalam upaya mengurai permasalahan negara ini,” lanjut Maria.

Teka-teki Lembaran Surat yang Ditunjukkan Rizieq Shihab, Mahfud MD Sebut Ternyata Bukan Surat Cekal

Selain Maria, dalam acara tersebut hadir pula para akademisi dari beberapa kampus di DIY.

Para akademisi ini tergabung dalam Gerakan Suluh Kebangsaan yang digagas dan diketuai oleh Mahfud MD. Selain itu, hadir sejumlah tokoh penting nasional salah satunya adalah Buya Syafii Maarif.

Kepada Mahfud MD, Buya berpesan supaya menjadi menteri yang loyal kepada presiden.

Buya yakin, hal ini bisa dipenuhi oleh Mahfud.

Namun di satu sisi, Buya juga meminta Mahfud MD untuk menjadi menteri yang berani mengkritik presiden ketika ada satu atau beberapa hal yang dianggap tidak sesuai jalur.

“Jangan cuma jadi menteri yang loyal tapi juga berani mengkritik presiden. Tentunya mengkritik dengan cara yang halus dan juga sopan. Kalau cuma loyal saja tanpa ada kritik nanti presiden saat tersesat tidak ada yang mengingatkan. Jadi selamat kepada Mahfud MD, tentu UGM dan UII bangga,” kata Buya.

Sedangkan Sofyan Efendi yang mewakili para akademisi melihat, posisi Mahfud MD sebagai Menkopolhukam sangat penting selama lima tahun ke depan.

Dengan kapasitas dan kualifikasi yang dimiliki Mahfud MD, Sofyan cukup yakin amanah ini akan bisa dijalankan dengan baik.

Buya Syafii Maarif Sebut Wewenang Komisi III DPR Saat Ini Sudah Terlalu Jauh

Sofyan pun menyoroti sejumlah persoalan di negeri ini yang harus diatasi oleh Mahfud MD.

Salah satunya perihal kualitas demokrasi di Indonesia yang kini justru menunjukkan kondisi penurunan.

Ini terlihat dari indeks demokrasi yang menurunan dan tentu menjadikan sumber kekhawatiran banyak pihak.

“Demokrasi kita mulai menyimpang dari cita-cita kita sewaktu melaksanakan reformasi. Artinya, perlu koreksi untuk meningkatkan kualitas demokrasi kita. Maka dari itu semoga dengan posisi menteri saat ini Mahfud MD bisa mengatasi persoalan penurunan kualitas demokrasi ini,” kata Sofyan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved