Pendidikan

Mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga dan UIN Antasari Sosialisasi Sadar Wisata di Desa Manggungsari

Desa Manggungsari sendiri sudah memiliki perkebunan salak, berbagai kesenian serta goa Lawa yang sangat berpotensi untuk dikembangkan.

Mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga dan UIN Antasari Sosialisasi Sadar Wisata di Desa Manggungsari
istimewa
Mahasiswa KKN Kolaboratif UIN Sunan Kalijaga dan UIN Antasari saat menggelar Sosialisasi Sadar Wisata di Manggungsari pada Minggu (10/11/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Melihat adanya potensi seni, budaya serta sumber daya alam yang ada di Desa Manggungsari, Kecamatan Weleri, Kendal, Jawa Tengah, mahasiswa KKN Kolaboratif UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan UIN Antasari Banjarmasin Kalimantan Selatan menggelar Sosialisasi Sadar Wisata kepada masyarakat Manggungsari.

Aufa, Ketua Kelompok KKN Manggunsari menjelaskan, Desa Manggungsari sendiri memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan.

Akan tetapi, potensi tersebut banyak yang belum terkelola dengan baik.

Warkah, Jadi Sarjana Difabel Pertama di Prodi Biologi UIN Sunan Kalijaga

"Mengusung pendidikan sebagai program utama, maka kami merasa perlu kiranya ada edukasi kepada masyarakat tentang wisata. Hal ini bertujuan agar potensi yang ada lebih bermanfaat bagi masyarakat sekitar," ungkapnya.

Dia menjelaskan jika Desa Manggungsari sendiri sudah memiliki perkebunan salak, berbagai kesenian serta goa Lawa yang sangat berpotensi untuk dikembangkan.

Aufa menjelaskan, faktor yang membuat kurang berkembangnya potensi-potensi yang ada sebelumnya yakni karena banyak pengurus yang mengalami seleksi alam.

Untuk itu, pembekalan terhadap para pengurus sangat perlu dilakukan.

"Pola pengembangan wisata saat ini sangat banyak sekali sehingga siap atau tidak para pengelola wisata harus mampu berinovasi untuk menunjang kebutuhan masyarakat," terangnya.

Kepala Bidang Sumber Daya Manusia dan Usaha Jasa Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Nyoman Rai Savitri, yang datang sebagai narasumber dalam sosialisasi ini menerangkan, optimalisasi pengurus merupakan hal penting, karena salah satu kunci dari perkembangan wisata adalah sumber daya manusia.

Tutorial Tampil Kece dengan Makeup Sachet yang Praktis dan Terjangkau

Selain itu, mengembangan potensi wisata lain seperti kuliner, membuat cinderamata juga perlu dilakukan.

“Selain itu, kita harus bekerjasama dengan Mahasiswa KKN untuk membantu masyarakat dalam mengembangkan pariwisata, karena Mahasiswa itu biasanya punya ide-ide yang menarik dan kreatif," ungkapnya.

Nyoman menambahkan, hal yang tidak kalah penting dalam pengembangan wisata yakni perlunya pelibatan fisik dan emosional dari pengunjung dalam berbagai kegiatan.

Menurutnya, tamu tidak hanya menjadi penonton wisata semata, namun juga harus diberikan kesan.

“Perlu diingat wisata yang laris itu adalah kebiasaan atau budaya dari masyarakat sekitar. Misalkan, pengelolaan sampah juga menjadi salah satu pilihan yang menarik dalam pengembangan wisata," terangnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved