Seniman Djaduk Meninggal
Sosok Djaduk Ferianto di Mata Seniman dan Pegiat Seni di Jogja
Adik kandung Butet kartaredjasa itu meninggal dunia pada Rabu 13 November 2019 pukul 02.30 WIB.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Di dunia kesenian, kata Juju, Djaduk dikenal sosok yang tekun.
Sering menjembatani antara seniman muda dan seniman yang ingin terlibat di dalamnya.
Istilah dia, Djaduk merupakan sosok yang mau "Nyrawungi".
"Itulah sosok Djaduk," kata dia.
Ngayogjazz Jalan Terus
Adik kandung Butet Kertaradjasa ini, disebut-sebut merupakan sosok yang penuh ide, semangat dan sangat peduli terhadap seni dan budaya.
"Ngayogjazz kan salah satu cita-cita beliau, supaya seni terutama musik itu bisa berjalan dengan bareng. Kemudian bisa mendekat ke penikmatnya," kata Board of creative NgayogJazz, Aji Wartono.
Peran mendiang Djaduk di NgayogJazz menurut dia sangat besar.
Ia secara pribadi berharap, sebagai penghormatan kepada mendiang Djaduk, NgayogJazz tetap dilaksanakan.
"Ngayogjazz itu kan karya beliau, kalau saya pribadi, di Ngayogjazz kan tidak hanya saya, ya itu karya beliau harus dilaksanakan, justru harus dibuktikan. Beberapa rencana kecil yang melibatkan beliau tentu saja nanti kita arrange ulang ya," kata dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/jenazah-djaduk-ferianto-diangkat-untuk-disemayamkan.jpg)