Kota Yogya

Satpol PP Kota Yogya Siapkan 5 Spot Khusus Merokok di Malioboro

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Yogyakarta akan membatasi perokok di Malioboro.

Satpol PP Kota Yogya Siapkan 5 Spot Khusus Merokok di Malioboro
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma
Satpol PP akan siapkan lima spot khusus untuk merokok di Malioboro, Rabu (13/11/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Yogyakarta akan membatasi perokok di Malioboro.

Bukan tanpa alasan, Malioboro merupakan ruang publik, dimana perokok tidak diperkenankan merokok sembarangan.

Kepala Satpol PP Agus Winarto mengatakan pembatasan ruang merokok, bukan berarti perokok tidak boleh merokok di Malioboro.

Terkait Sampah di Malioboro, Forpi: Perlu Tindakan Tegas

Namun, perokok harus merokok di tempat khusus.

"Bukan berarti tanpa rokok, tetapi bagaimana merokok di tempat yang sudah disediakan. Bukan berarti tidak boleh merokok sama sekali,"katanya, Rabu (13/11/2019).

Saat ini, pihaknya masih melakukan upaya sosialisasi kepada pengunjung Malioboro.

Pihaknya juga melakukan survey terkait spot untuk merokok.

"Untuk spotnya masih belum pasti, kami sudah survey, ya masih perkiraan. Rencana ada lima spot khusus merokok. Di spot itu nanti kami akan berikan asbak khusus," sambungnya.

Tutorial Tampil Kece dengan Makeup Sachet yang Praktis dan Terjangkau

Selain Satpol PP, ia juga mengajak Jogoboro untuk ikut mensosialisasikan hal tersebut.

Termasuk juga untuk mengarahkan perokok untuk merokok di tempat khusus.

Terkait sanksi, pihaknya belum memberikan sanksi khusus bagi yang melanggar.

"Utamanya kami sosialisasikan dulu, kami juga bekerjasama dengan teman-teman Jogoboro. Jogobroro juga bisa ikut mengarahkan. Harapannya bulan November ini sudah bisa terrealisasi," ujarnya.

Terpisah, Kepala UPT Malioboro juga berencana untuk menambah tiga tempat khusus merokok.

"Saat ini ada satu tempat khusus merokok di mall Malioboro. Rencana ada tiga titik lagi, di dekat Ina Garuda, eks Dinas Pariwisata, dan Kepatihan. Kami masih menunggu anggaran. Kemungkinan tahun depan," tambahnya.  (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved