Kisah Maria Marseli Guru Honorer 7 Tahun Setia dan Tulus Mengajar di Flores Bergaji Rp75 Ribu/Bulan

Meski gajinya hanya Rp75 ribu per bulan, Maria Marseli tetap setia menjadi guru honorer di Flores. Semua itu ia lakukan demi masa depan murid-muridnya

Kisah Maria Marseli Guru Honorer 7 Tahun Setia dan Tulus Mengajar di Flores Bergaji Rp75 Ribu/Bulan
KOMPAS.COM/NANSIANUS TARIS
Siswa-siswi dan guru saat melakukan aktivitas pembelajaran di bangunan darurat SDN Kepiketik, Desa Persiapan Mahe Kelan, Kecamatan Waigete, Kabuapaten Sikka, Flores, NTT, Jumat (8/11/2019). 

Menurut Maria, ia bertahan mengabdi di sekolah tersebut demi masa depan muridnya.

"Saya mengabdi dengan tulus di sini. Satu hal yang paling penting adalah masa depan anak-anak. Kalau tidak ada yang mengajar di sini, masa depan anak-anak pasti suram. Anak-anak adalah generasi penerus bangsa ini," kata Maria.

Untuk menuju SD tersebut bisa menggunakan kendaraan roda 2 dan roda 4.

Namun kondisi jalan menuju sekolah juga cukup memprihatinkan.

"Saya berharap kepada Pemda Sikka agar bisa memperhatikan nasib guru honorer," harap Maria.

Mengajar di bangunan darurat

Siswa-siswi dan guru saat melakukan aktivitas pembelajaran di bangunan darurat SDN Kepiketik, Desa Persiapan Mahe Kelan, Kecamatan Waigete, Kabuapaten Sikka, Flores, NTT, Jumat (8/11/2019).
Siswa-siswi dan guru saat melakukan aktivitas pembelajaran di bangunan darurat SDN Kepiketik, Desa Persiapan Mahe Kelan, Kecamatan Waigete, Kabuapaten Sikka, Flores, NTT, Jumat (8/11/2019). (KOMPAS.COM/NANSIANUS TARIS)

Maria Marseli (27) mengajar para siswanya di bangunan darurat berlantai tanah, berdinding pelepuh bambu, dan beratapkan seng.

Bangunan darurat tersebut hanya digunakan saat musim kemari.

Selama 4 tahun, gedung sekolah tersebut sangat memprihatinkan.

Atapnya bocor dan dindingnya lapuk termakan usia.

Halaman
1234
Editor: Yoseph Hary W
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved