Jawa

Hujan Sudah Turun di Magelang, Kekeringan Masih Terjadi

Hujan sudah mengguyur di Kabupaten Magelang, tetapi kekeringan dan kesulitan air bersih masih terjadi di sejumlah wilayah.

Hujan Sudah Turun di Magelang, Kekeringan Masih Terjadi
Istimewa
Dropping air bersih di Dusun Gesing, Desa Krasak, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Selasa (5/11/2019). Hujan sudah turun, namun belum mengisi sumber mata air. Dropping pun terus dilakukan. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Hujan sudah mengguyur di Kabupaten Magelang, tetapi kekeringan dan kesulitan air bersih masih terjadi di sejumlah wilayah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang masih melakukan dropping air bersih kepada wilayah yang kesulitan air bersih.

"Dropping air masih berlanjut, karena memang sumber mata air belum terisi. Hujan yang turun belum sampai mengisi sumber mata air dan hanya di permukaan, atau bisa jadi dapat menguap lagi. Kami pun masih dropping air bersih," ujar Edy Susanto, Kepala BPBD Kabupaten Magelang, Rabu (6/11/2019).

Jelang Musim Penghujan, Program Padat Karya Disnakertrans Bantul Dahulukan Pembangunan Talud

Edy mengatakan, hujan yang turun belum dapat mengisi sumber mata air.

Kalaupun terisi, seringkali airnya keruh karena ada material tanah yang ikut masuk, sehingga dengan alasan kesehatan tidak dapat dikonsumsi.

Oleh karena itu dropping air bersih pun masih terus berjalan.

Belum ada desa yang memutus permintaan air ini. Berdasarkan data BPBD, ada 17 desa di enam kecamatan yang masih kesulitan air bersih sehingga perlu dilakukan dropping.

"Wilayah terdampak kekeringan masih menbutuhkan air bersih. Namun, seiring dropping, kalau dilihat sudah tercukupi kebutuhan airnya, akan dilihat lagi nanti. Dropping ini sendiri tergantung jumlah penduduk. Bisa seminggu dua kali atau lebih. Satu kali atau satu tangki itu berkapasitas 5.000 liter Jadwal dropping juga selalu berubah menyesuaikan permintaan masyarakat. Sebisa mungkin masih dilayani," katanya.

BPBD DIY Sebut Embung Bisa Jadi Solusi Atasi Kekeringan di Lahan Pertanian

Lanjut Edy, sampai saat ini sudah lebih dari 1,5 juta liter yang sudah didistribusikan ke wilayah terdampak kekeringan.

Halaman
123
Penulis: Rendika Ferri K
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved