Jumlah Kunjungan Wisatawan di Kota Yogyakarta Terus Alami Peningkatan Tiap Tahun
Laporan Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta menunjukkan, rincian jumlah kunjungan masih didominasi oleh wisatawan nusantara (wisnus).
Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta mencatat data kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman) di kota Gudeg menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun.
Pada rentang waktu tiga tahun terakhir, jumlah wisatawan tembus ke angka empat juta orang dengan rincian 2016 sebanyak 3,5 juta, 2017 di angka 3,8 juta, serta 2018 sejumlah 4,1 juta.
Laporan Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta menunjukkan, rincian jumlah kunjungan masih didominasi oleh wisatawan nusantara (wisnus).
Pada 2016, jumlah wisman tercatat sebanyak 396.518 orang dan 3.150.834 wisnus, 2017 ada sebanyak 435.655 wisman dan 3.459.116 wisnus yang berkunjung, serta 496.293 wisnus dan 3.606.947 wisnus pada 2018.
"Dari Rencana Strategis (Renstra) 2017–2022, target wisatawan kita pada 2019 sebenarnya di angka 3,7 juta. Tapi tahun lalu saja kita sudah lewat dari angka itu, tapi kami yakin tahun ini jumlah kunjungan bisa naik sekitar 5-10 persen dari angka kunjungan tahun lalu," kata Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, Selasa (5/11/2019) kepada Tribun Jogja.
Adapun untuk lama tinggal wisatawan, Yetti menjelaskan baik wisman dan wisnus rata-rata hanya menghabiskan waktu selama dua hari di Yogyakarta untuk vakansi.
Yetti menyebut, pekerjaan rumah yang berkaitan dengan industri pariwisata memang cukup kompleks dan membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas dan juga kuantitas pariwisata di wilayah setempat.
Pihaknya saat ini fokus untuk mengkonsep cara dalam meningkatkan kunjungan dan juga lama tinggal wisatawan.
"Kami berupaya untuk memperbanyak atraksi pariwisata dan mengemasnya dengan menarik, sektor MICE (Meeting, Incentive , Convention, and Exhibition) masih menjadi perhatian kami dalam meningkatkan kunjungan wisatawan," imbuhnya.
"Selain itu, juga dengan paket-paket wisata yang bisa ditonjolkan dari potensi setempat dan berbeda dari tempat lain, bisa jadi nanti akan menjadi magnet baru untuk mendukung pengembangan pariwisata di Jogja," urainya. (*)