Sawah Seluas 18 Ribu Hektare di Sleman Ditetapkan Sebagai Lahan Pertanian Berkelanjutan

Luas lahan pertanian yang ditetapkan merupakan hasil keputusan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) RI

Sawah Seluas 18 Ribu Hektare di Sleman Ditetapkan Sebagai Lahan Pertanian Berkelanjutan
Tribun Jogja/ Alexander Ermando
Papan keterangan terkait larangan alih fungsi lahan pertanian di Gamping, Sleman 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman menyampaikan lahan pertanian saat ini sudah dilindungi aturan agar tidak dialihfungsikan.

Kepala DP3 Slemanm, Heru Saptono, mengatakan luas lahan pertanian yang ditetapkan merupakan hasil keputusan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) RI.

"Sawah seluas 18,437 hektare ditetapkan sebagai lahan pertanian berkelanjutan," kata Heru di kantornya pada Jumat (01/11/2019).

Heru menjelaskan, penetapan lahan pertanian berkelanjutan merupakan upaya Pemkab Sleman dalam mempertahankan swasembada pangan dan berdasarkan pertimbangan infrastruktur.

Lahan pertanian berkelanjutan sendiri dibagi atas lahan inti dan lahan cadangan.

Menurut Heru, sawah seluas 534 hektare ditetapkan sebagai lahan cadangan.

"Penetapan lahan pertanian berkelanjutan memastikan Sleman tetap mampu menjadi lumbung beras DIY," kata Heru.

Lahan pertanian berkelanjutan juga menjadi bahan pertimbangan Pemkab Sleman dalam penentuan trase jalur tol Yogyakarta-Solo dan Yogyakarta-Bawen.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman Sumadi saat ditemui beberapa waktu lalu.

"Kami minta pada pemerintah pusat agar pembangunan jalur tol tidak berdampak pada lahan pertanian berkelanjutan," kata Sumadi.(*)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved