Bisnis

Sebanyak 35 Persen Investor di DIY dari Kalangan Milenial

Setidaknya, sampai saat ini terdapat sekitar 48.010 investor di DIY yang 35 persennya atau sekitar 16.803 investor berasal dari kalangan milenial.

Tayang:
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Kepala Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Yogyakarta Irfan Noor Riza (kiri) saat menjadi narasumber dalam Bincang Santai Pasar Modal, Kamis (31/10/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bursa Efek Indonesia (BEI) pada September 2019 mencatat terdapat 46.463 investor yang ada di DIY.

Jumlah tersebut belum termasuk 1.547 investor yang turut bergabung seusai pelaksanaan kegiatan roadshow edukasi pasar modal yang dilaksanakan selama Oktober 2019.

Setidaknya, sampai saat ini terdapat sekitar 48.010 investor di DIY yang 35 persennya atau sekitar 16.803 investor berasal dari kalangan milenial.

Kepala BEI Kantor Perwakilan Yogyakarta, Irfan Noor Riza menjelaskan bahwa nilai transaksi pasar modal dari kalangan milenial tidak terlalu besar.

Tutorial Tampil Kece dengan Makeup Sachet yang Praktis dan Terjangkau

Adapun hingga September 2019 rata-rata per bulan nilai transaksi pasar modal di DIY mencapai Rp 1,36 triliun dan itu didominasi oleh investor besar.

"Nilai investasi mereka masih kecil. Kita tidak berharap banyak untuk transaksinya, tapi 5-10 tahun mendatang mereka menjadi aset penting pasar modal," ujarnya ditemui Tribunjogja.com seusai Bincang Santai Pasar Modal di Omah Dhuwur, Kamis (31/10/2019).

Ia melihat investor yang berasal dari kalangan milenial sebagai Duta Pasar Modal bagi Bursa Efek Indonesia khususnya.

Hal ini lantaran hampir seluruh investor milenial tersebut berasal dari kampus, sementara kampus juga memiliki program untuk KKN bagi mahasiswanya ke desa-desa dan kegiatan lain yang bersinggungan langsung dengan masyarakat.

"Karena mereka menjadi duta-duta kami ke desa, ke pasar, dan saat KKN. Jadi saat kita bikin Galeri Investasi di kampus, kita menginiasi kelompok pasar modal," tuturnya.

BNI Sekuritas Bersama Global Wakaf-ACT Luncurkan Layanan Wakaf Saham

Saat ini, lanjutnya, terdapat 36 Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia yang tersebar di perguruan tinggi besar di DIY, misalkan UGM, UII, UIN, dan sebagainya.

Tahun ini, Irfan menambahkan pihaknya akan kembali membuka 3 Galeri Indonesia di area kerjanya yakni Purwokerto, Kebumen, dan Sleman tepatnya di Universitas Aisyiyah.

"Lalu persiapan tahun depan rencananya kami akan buka lagi di Universitas Proklamasi dan di Sekolah Pramugari. Jadi tidak hanya kampus yang berkonotasi dengan ekonomi saja yang kami hadirkan Galeri Investasi," tutur Irfan.

Bagi para pemula, khususnya kaum milenial, Irfan menjelaskan bahwa untuk bergabung di pasar modal sebagai pemain tidak membutuhkan modal yang besar.

Investor Minta Kemudahan Perizinan dan Lahan Terjangkau

Mereka bisa membeli saham mulai dari harga Rp 5 ribu per lot.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved