Investor Minta Kemudahan Perizinan dan Lahan Terjangkau

Sebanyak 62 persen responden mengatakan bahwa kerumitan aturan masih menjadi kendala bagi pelaku usaha untuk berminat menanamkan modalnya.

Tayang:
Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pengajar FE UAJY, Y Sri Susilo mengatakan ada sejumlah hal yang mengakibatkan Perda No 4 tahun 2013 menjadi tidak efektif.

Selain kurangnya sosialisasi, para pelaku usaha yang dikonfirmasinya juga mengatakan belum membaca aturan itu.

Pernyataan itu dilontarkannya pada diskusi kelompok terpumpun (DKT) Laporan Antara Pekerjaan Review Peraturan Daerah (Perda) Insentif dan Kemudahan Investasi (Perda DIY No 4 Tahun 2013) yang digelar DPPM DIY pada Kamis (26/9/2019).

Grebek Pasar Isuzu Traga, Lebih Dekat ke Konsumen

"Kita adakan survei bagaimana pendapat responden terutama investor soal aturan itu. Jumlahnya memang masih 37, kalau dari statistik memang masih kurang tapi setidaknya ini temuan," imbuhnya.

Dari hasil yang di dapat, sebanyak 29 persen responden mengaku tidak tahu adanya aturan itu.

Sementara dari segi kejelasan prosedur mengenai investasi dan penanaman modal, hanya 12 persen responden yang mengakui bahwa aturan itu jelas dan sisanya mengaku belum.

Perda Insentif dan Kemudahan Investasi Diklaim Tidak Efektif

"Untuk pengurangan dan keringanan pajak serta retribusi ada sebagian yang tahu tapi kan ini hal yang sensitif untuk ditanyakan. Soal pemberian insentif dana bantuan sebagian besar juga tidak," imbuhnya.

Sementara dari segi hambatan investasi di DIY, sebanyak 62 persen responden mengatakan bahwa kerumitan aturan masih menjadi kendala bagi pelaku usaha untuk berminat menanamkan modalnya.

Serta permasalahan bahan baku yang belum tersedia.

"Faktanya memang demikian, ada investasi yang bahan bakunya tidak cukup di DIY. Misalnya di Manding, Bantul yang kulitnya dari Jawa Timur," jelasnya.

Tokopedia Ajak Generasi Millennial Berinvestasi

Hal itu dikatakannya tidak terlalu berpengaruh terhadap dunia usaha.

Pasalnya, dalam literatur ekonomi ada teori tentang scale of economic, dimana jika kebutuhan untuk mengambil bahan dari daerah lain lebih memungkinkan dan efisien hal itu patut dilakukan pelaku usaha.

"Kemudian yang terakhir soal iklim investasi cenderung menganggap cukup baik tapi perlu ditingkatkan," urainya.

Lebih lanjut, hasil survei juga menyatakan bahwa, sebagian besar pelaku usaha ingin adanya kelonggaran perizinan, penyediaan lahan yang terjangkau, dan juga ketersediaan bahan baku. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved