Yogyakarta

BMKG Sebut Hujan di Wilayah Sleman Bersifat Lokal

Stasiun Klimatologi (Staklim) BMKG Yogyakarta memberi tanggapan terkait munculnya hujan di sejumlah lokasi di Sleman.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
dailyexcelsior.com
ilustrasi hujan 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Stasiun Klimatologi (Staklim) BMKG Yogyakarta memberi tanggapan terkait munculnya hujan di sejumlah lokasi di Sleman.

Kepala Kelompok Data dan Informasi Staklim BMKG Yogyakarta, Etik Setyaningrum melalui pesan singkat mengatakan saat ini masih masa pancaroba.

"Meski pancaroba, hujan sudah mulai muncul meski bersifat lokal," kata Etik pada Rabu (30/10/2019) siang.

Prakiraan BMKG Musim Penghujan di DIY : Kulonprogo dan Sleman Paling Awal, Gunungkidul Paling Akhir

Menurut Etik, hujan lokal yang terjadi pun turun tidak merata.

Seperti pantauan BMKG pada Selasa (29/10/2019) malam, pada pukul 21.40 WIB terjadi hujan intensitas ringan di Ngaglik dan Mlati.

Selanjutnya sekitar pukul 22.10 WIB hujan dengan intensitas ringan juga turun di Turi dan Tempel. BMKG juga memantau hujan serupa turun di Dlingo, Pundong, dan Banguntapan di Bantul.

Etik pun mengatakan musim hujan di DIY akan dimulai pada bulan November sesuai prakiraaan BMKG sebelumnya.

"Sesuai prakiraan kami, awal musim hujan akan mengalami kemunduran 10-20 hari," ujarnya (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved