Sleman

Pemkab Sleman Sosialisasikan e-Voting Pilkades

Kelancaran pelaksanaan pilkdes di Sleman dengan e voting merupakan sebuah keniscayaan yang memerlukan dukungan dan peran aktif dari seluruh pihak.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemkab Sleman melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) selenggarakan Sosialiasi Pemilihan Kepala Desa secara Elektronik di Balai Besar Latihan Masyarat (BBLM) Yogayarakarta, Selasa (29/10/2019).

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun yang hadir pada kesempatan tersebut menyambut baik dan sangat mendukung penyelenggaraan kegiatan sosialisasi pelaksanaan pemilihan kepala desa secara elektronik di Kabupaten Sleman.

Ia mengatakan kelancaran pelaksanaan pilkdes di Sleman dengan e voting merupakan sebuah keniscayaan yang memerlukan dukungan dan peran aktif dari seluruh pihak.

Tutorial Tampil Kece dengan Makeup Sachet yang Praktis dan Terjangkau

Maka dari itu sosialisasi yang dihadiri oleh Camat, Kades, Danramil dan Kepolisian se-Kabupaten Sleman ini perlu dilakukan untuk keberhasilan pelaksanaan pemilihan kepala desa secara elektronik di Kabupaten Sleman.

"Terlebih lagi pelaksanaan pilkades dengan e voting yang akan dilaksanakan oleh Kabupaten Sleman pada tahun 2020 mendatang merupakan yang pertama kali di DIY," jelasnya.

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut ia juga berharap para peserta sosialisasi dapat saling berdialog, bertukar wawasan dan pengetahuan tentang pelaksanaan pemilihan kepala desa secara elektronik di Kabupaten Sleman.

Sehingga nantinya pelaksanaan pemilihan kepala desa secara elektronik dapat dilaksanakan dengan baik, akurat, akuntabel, efektif, efisien dan lancar.

Untuk merealisasikan pilkades melalui e-Voting yang jujur, transparan dan kredibel Pemkab Sleman juga melibatkan tujuh perguruan tinggi negeri maupun swasta dalam pelaksanaannya.

45 Desa Siap Ikuti E-Voting Pilkades di Maret 2020 Mendatang

Yakni Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas AMIKOM dan Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY).

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Sleman Priyo Handoyo mengatakan pelaksaan pemilihan Kepala Desa akan diselenggarakn pada 2020, sahingga enam bulan sebelum pemilihan perlu dilakukan sosialisasi.

Adapun pihaknya akan melakukan Pilkades serentak di 49 desa secara elektronik.

Terkait kerja sama dengan perguruan tinggi, itu bertujuan agar para akademisi dapat menjadi pengawas teknis di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Sebab menurutnya pengoperasian sistem e-voting ini dibutuhkan Sumber Daya Manusia yang mumpuni di bidangnya.

"Sistem e-voting ini nanti akan diterapkan di 1.102 TPS se-Kabupaten Sleman," terangnya.

Jelang Persiapan Pilkades 2020, Pemkab Sleman Jalin Kerjasama Dengan 7 Perguruan Tinggi

Adapun penggunaan sistem e-voting dalam Pilkades 2020 Kabupaten Sleman ini didasarkan pada Peraturan Daerah Kabupaten Sleman No 18 Tahun 2019 tentang Perubahan kedua atas Peraturan Daerah No 5 tahun 2015 tentang tata cara Pemilihan dan Pemberhentian Kepala Desa.

Sistem e-voting dianggap memiliki beberapa keungulan, diantaranya memberikan kemudahan kepada pemilih dalam memberikan suaranya hanya dengan menyentuh tanda gambar di layar monitor.

Selain itu proses penghitungan suara juga akan lebih cepat dan akurat serta menjamin akuntabilitas.

Maka hasil Pemilihan Kepala Desa dapat langsung diketahui tepat setelah proses Pemungutan suara selesai dilaksanakan.

Dibandingkan dengan sistem manual, e-voting ini disebut mempunyai sistem keamanan yang tinggi dan tidak mudah bagi orang untuk melakukan kecurangan. (TRIBUNJOGJA.COM)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved