Kulon Progo

Petambak Selatan YIA Tetap Minta Pengosongan Ditunda

Penundaan ini dikarenakan relokasi tambak ke Banaran, Kecamatan Galur sebagaimana dijanjikan belum sepenuhnya siap.

Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Sebuah unit alat berat tengah membongkar petak kolam tambak udang di selatan Bandara YIA, Temon, Selasa (8/10/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Para petambak udang di selatan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) kembali mendesak Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menunda rencana pembongkaran keseluruhan petak lahan itu dalam upaya pembangunan area sabuk hijau.

Adapun sebelumnya Pemkab Kulon Progo telah memberi batas akhir pengosongan lahan pada 31 Oktober.

Ketua Forum Petani Tambak Udang Galitanjang, Agung Supriyanto mengatakan, Pemkab Kulon Progo musti menunda rencana penutupan lahan tambak udang tersebut.

Alasannya, relokasi tambak ke Banaran, Kecamatan Galur sebagaimana dijanjikan belum sepenuhnya siap.

Tutorial Tampil Kece dengan Makeup Sachet yang Praktis dan Terjangkau

Di sisi lain, petambak juga keberatan dengan harga sewa lahan di sana yang terlalu tinggi.

Yakni, Rp225 juta untuk 2.000 meter persegi sedangkan di lahan pantai selatan YIA itu hanya Rp 50 juta untuk luasan yang sama.

"Tidak mungkin kami membebaskan lahan di sana, harganya sangat tinggi. Sementara ini, kami akan bertahan," kata Agung seusai beraudiensi dengan DPRD Kulon Progo, Senin (28/10/2019).

Para petambak sebetulnya juga menginginkan bahwa usahanya itu masih bisa berjalan di lokasi saat ini meski luasan lahannya berkurang.

Mereka ingin bersinergi dengan rencana pembangunan kawasan sabuk hijau di wilayah itu.

Di mana konsepnya adalah tambak tetap ada dalam jarak tertentu dengan diselingi pepohonan.

Hal ini menurut Agung dilakukan warga karena tambak telah menjadi mata pencaharian utama setelah tanahnya tergusur untuk pembangunan bandara.

Petambak lainnya, Mujiyana mengatakan bahwa mayoritas dari mereka mendukung proyek pembangunan bandara dan bahkan merelakan sebagian tanahnya.

Namun kini, mereka justru akan kembali kehilangan mata pencahariannya karena rencana pembangunan kawasan sabuk hijau.

Maka itu, warga meminta dukungan dari DPRD Kulon Progo.

Puluhan Petak Tambak Udang Segera Diratakan

"Kami meminta dukungan DPRD bisa memperjuangkan nasib kami," kata Mujiyana.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved