Awal Mula Terungkapnya Tempat Persembunyian Pimpinan ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi

Terungkapnya lokasi persembunyian Baghdadi berawal dari penangkapan seorang istri dan kurir dari pemimpin ISIS itu pada musim panas

Editor: Mona Kriesdinar
TIME
Pimpinan ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi tewas dalam operasi militer yang dijalankan pasukan khusus yang dipimpin AS.

Kabar kematian sang pemimpin organisasi teroris paling dicari itu pun mengejutkan dunia karena Baghdadi yang dikenal licin dan sangat jarang muncul di hadapan publik.

Terakhir kali Baghdadi muncul pada April 2019 lalu melalui sebuah video rekaman, menjadi kemunculan pertamanya dalam lima tahun terakhir, sejak mendeklarasikan "kekhalifahan" di Irak pada 2014.

Namun Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengumumkan Minggu (27/10/2019) mengenai kabar tewasnya Baghdadi dalam operasi penyerbuan pada Sabtu (26/10/2019) malam.

Lantas bagaimana keberadaan Baghdadi yang sangat dirahasiakan akhirnya bisa ditemukan?

Dilansir The New York Post, terungkapnya lokasi persembunyian Baghdadi berawal dari penangkapan seorang istri dan kurir dari pemimpin ISIS itu pada musim panas.

Setelah ditangkap dan diinterogasi selama musim panas, keduanya dilaporkan mengunkapkan informasi yang memungkinkan pejabat intelijen AS, Iran, dan Kurdi untuk mempersempit lokasi keberadaan Baghdadi di Idlib, Suriah barat laut, demikian dilaporkan The New York Times, mengutip sumber-sumber Amerika.

Kondisi penangkapan, termasuk kapan dan di mana lokasi, serta tuduhan yang dijatuhkan kepada istri dan kurir Baghdadi itu tidak disebutkan dalam laporan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, operasi intelijen koalisi AS akhirnya berhasil melacak keberadaan Baghdadi hingga dilakukan operasi pengerebekan yang berujung pada tewasnya pemimpin AS itu pada Sabtu (26/10/2019) malam.

Diberitakan sebelumnya, Trump telah mengumumkan tewasnya Baghdadi melalui pernyataan yang disiarkan televisi, Minggu (27/10/2019).

Beberapa Kali Presiden berusia 73 tahun itu menuturkan, Baghdadi tewas setelah terkepung di ujung terowongan, dengan dia menangis dan berteriak sebelum meledakkan diri menggunakan rompi bom.

Trump menambahkan selain Baghdadi, tiga anaknya juga tewas dalam serangan pasukan khusus AS.

Adapun media AS sempat memberitakan dua istri Baghdadi juga terbunuh.

Dia menjelaskan operasi itu ditempuh selama satu jam menggunakan helikopter yang diterbangkan dari sebuah pangkalan rahasia.
Trump mengatakan operasi untuk membunuh buronan paling dicari dunia itu bisa terlaksana berkat bantuan militer Rusia, Suriah, Turki, dan Irak.

Operasi itu disebut telah menewaskan total sembilan orang, termasuk petinggi senior ISIS bernama Abu Yamaan, anak-anak, dan dua perempuan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved