Jawa
Ratusan Anggota Polres Klaten Ikut Ujian Beladiri
Ujian beladiri tersebut merupakan kegiatan rutin tiap semester dan ditujukan untuk anggota yang berpangkat bripda sampai dengan Iptu.
Penulis: Victor Mahrizal | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Ratusan anggota Polres Klaten mengikuti ujian beladiri untuk periode II tahun 2019 di halaman depan Mapolres, Kamis (24/10/2019).
Kapolres Klaten AKBP Wiyono Eko Prasetyo melalui Kabag Sumda Kompol Endang Sri Hastuti menyampaikan bahwa ujian beladiri tersebut merupakan kegiatan rutin tiap semester dan ditujukan untuk anggota yang berpangkat bripda sampai dengan Iptu.
Sedangkan untuk latihannya juga dilakukan rutin setiap hari, setelah apel pagi.
• Tutorial Make Up ke Sekolah, Tampil Kece Tanpa Kena Marah Guru Ala Tasya Farasya
“Latihan beladiri kita laksanakan setiap hari, kemudian tiap 6 bulan kita adakan ujian,” ujar Kompol Endang
Selanjutnya Kompol Endang menjelaskan bahwa latihan dan ujian beladiri ini dimaksudkan untuk menunjang tugas yang semakin komplek.
Seringkali petugas Polri di lapangan dihadapkan dengan situasi yang membutuhkan kemampuan beladiri untuk menyelamatkan masyarakat maupun dalam menindak pelaku kejahatan.
Sehingga dengan bekal beladiri yang mumpuni, penggunaan kekuatan yang dilakukan oleh petugas Polri bisa terukur sesuai dengan level ancaman yang dihadapi, tidak serta merta menggunakan senjata api.
• Warga Klaten Apresiasi Kinerja TNI-Polri Amankan Pemilu
“Latihan dan ujian beladiri ini untuk meningkatkan kemampuan personel kita agar siap menghadapi berbagai ancaman saat bertugas. Selain itu untuk menghindari penggunaan kekerasan maupun penggunaan senjata api yang tidak sebagaimana mestinya,” sambungnya.
Kegiatan ujian beladiri di Polres Klaten terbagi dalam 3 gelombang dimulai Rabu (23/10/2019) dan selesai Jumat (25/10/2019).
Masing-masing personel mengikuti ujian sesuai hari yang ditentukan oleh Bag Sumda.
Adapun materi yang diujikan antara lain teknik dasar bela diri Polri (pukulan, tendangan, tangkisan, jatuhan, bantingan) kemudian teknik bela diri tanpa alat dan yang terkahir adalah teknik bela diri menggunakan alat sampai dengan membawa tahanan. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ratusan-anggota-polres-klaten-ikut-ujian-beladiri.jpg)