Warga Dlingo Bantul Gelar Upacara Adat Parahita Ruwatan Murwo Bhumi
Tradisi yang digelar setiap tahun itu dikemas meriah dan penuh khidmat, serta diikuti segenap warga masyarakat.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Ribuan warga desa Dlingo, Kecamatan Dlingo menggelar upacara adat Parahita Ruwatan Murwo Bumi, di Balai Budaya Macapat, Desa setempat, Kamis (24/10/2019) pagi.
Tradisi yang digelar setiap tahun itu dikemas meriah dan penuh khidmat, serta diikuti segenap warga masyarakat.
Ketua Panitia, Arif Satoriyatmo, mengatakan Ruwatan Murwo Bumi merupakan upacara adat turun temurun yang digelar setiap tahun di Desa Dlingo.
Upacara ini sebagai wujud syukur dan doa, agar segenap warga Dlingo dimurahkan rejeki, hidup rukun dan dijauhkan dari bahaya.
"Ini merupakan rasa syukur warga desa Dlingo untuk memohon kepada Allah, diwujudkan dengan seluruh warga sedekah, membuat nasi sarang," katanya, disela prosesi upacara adat.
Nasi sarang merupakan nasi pulen, lengkap dengan lauk pauk yang dikemas menggunakan janur kelapa.
Janur, kata dia, diartikan dengan Ja'a Annur yang memiliki makna datangnya cahaya petunjuk.
Ada 1.000 nasi sarang yang dibuat oleh warga dari 10 Padukuhan yang ada di Desa Dlingo.
Nasi tersebut setelah didoakan kemudian akan dibagikan kepada segenap warga yang hadir.
"Sedekah ini sebagai bentuk keikhlasan, setelah datangnya cahaya. Tujuannya untuk mendekatkan kepada Allah dan menolak bahaya," ujar dia.
Selain nasi sarang, dalam upacara adat ini terdapat juga gunungan sayur mayur yang diarak oleh warga.
Kemudian, ada juga Jodhang berbentuk Joglo yang berisi buah sawo.
Buah sawo tersebut, menurut Arif memiliki makna merapatkan barisan.
"Artinya menjaga kekompakan, guyup rukun dan kebersamaan," terang dia.
Di tengah prosesi acara, terdapat pula sepuluh kendi berisi air yang diambil dari 10 mata air di masing-masing Padukuhan yang ada di desa Dlingo.
Puluhan kendi tersebut dibawa oleh para Rais atau pemuka agama. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/upacara-adat-parahita-ruwatan-murwo-bhumi.jpg)