Kota Yogya
Jalan Pembela Tanah Air Akan Diberlakukan Satu Arah
Penutupan jalan merupakan upaya sosialisasi, sebab Jalan Pembela Tanah Air akan diubah menjadi satu arah.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jalan Pembela Tanah Air (simpang empat Jlagran) beberapa hari ini ditutup.
Beberapa road barrier dipasang melintang hingga menutupi seluruh jalan.
Menurut pantauan Tribunjogja.com, beberapa road barrier mulai dilepas.
Meski demikian pengerjaan masih saluran air hujan (SAH) masih berlangsung di sisi barat jembatan.
Namun tidak ada alat berat di lokasi tersebut.
• Tutorial Make Up ke Sekolah, Tampil Kece Tanpa Kena Marah Guru Ala Tasya Farasya
Kabid Lalulintas Dishub Kota Yogyakarta, Windarto mengatakan penutupan jalan tersebut berkaitan dengan pembangunan saluran air hujan (SAH).
Selama pengerjaan, membutuhkan alat berat seperti backhoe.
Menurut dia, keberadaan alat berat tersebut akan mengganggu lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan.
Namun demikian, rupanya ada maksud lain dari penutupan Jalan Pembela Tanah.
Windarto menyebut penutupan jalan merupakan upaya sosialisasi, sebab Jalan Pembela Tanah Air akan diubah menjadi satu arah.
"Karena ada pengerjaan saluran air hujan, kemudian membutuhkan alat berat. Daripada nanti pengguna terganggu, ditutup saja sekalian. Sekaligus juga untuk sosialisasi, bahwa nantinya Jalan Pembela Tanah Air akan searah ke barat," katanya, Kamis (24/10/2019).
• Dishub Sleman Akan Tambah ATCS dan Kembangkan Aplikasi Baru untuk Tingkatkan Keselamatan Lalu Lintas
"Jika nanti pengerjaan SAH sudah selesai, jalan akan dibuka kembali, dan langsung satu arah,"sambungnya.
Selain untuk sosialisasi, penutupan Jalan Pembela Tanah Air juga sebagai ajang untuk melihat seberapa efektif rekayasa yang dilakukan.
Saat ini pihaknya selalu memantau ATCS untuk melihat kondisi lalu lintas di ruas jalan lain.
"Ini juga sekaligus untuk menguji juga. Saat ini sudah mulai kelihatan trennya. Kami pantau terus. Masyarakat juga sudah mulai mencari solusi agar tidak lewat jalan Pembela Tanah Air. Rata-rata lewat depan hotel Cavinton ke timur," lanjutnya.
Rekayasa lalulintas tersebut, bertujuan untuk melindungi jembatan yang ada di Jalan Pembela Tanah Air.
Lokasi jembatan sangat berdekatan dengan lampu APILLL.
• Polresta Yogyakarta Temukan 268 Pelanggaran Lalu Lintas pada Hari Pertama Operasi Zebra Progo 2019
Jika lampu merah, terjadi antrian panjang, bahkan melebihi jembatan.
Menurut dia, kondisi tersebut tidak baik untuk konstruksi jembatan.
Sehingga jembatan perlu dibebaskan dari beban tetap.
Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi beberapa waktu lalu mengatakan masih ada beberapa jembatan yang belum steril dari beban tetap.
Beban tetap tersebut antara lain antrian lampu APILL dan parkir di atas jembatan.
Meski demikian pihaknya telah meminta Dishub Kota Yogyakarta untuk mengatur durasil lampu APILL, agar beban jembatan tidak terlalu berat. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/jalan-pembela-tanah-air-akan-diberlakukan-satu-arah.jpg)