Teka-teki Jalur Segitiga Emas Proyek Tol Solo-Yogyakarta-Bawen
Pembangunan jalan tol Solo-Yogya-Bawen nantinya akan menjadikan DIY sebagai jalur segitiga emas. Daerah Istimewa Yogyakarta akan menjadi wilayah metro
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Iwan Al Khasni
Selama proses sosialisasi dan juga proses selanjutnya, seharusnya progres report disampaikan. Data-data detail Pemda dan Pemerintah pusat juga diharmonisasikan.
"Ini kunci utama. Kalau tidak cocok akan lebih berat lagi. Status tanah hak milik ada perdesnya. Kami mohonkan, perdes ini bagi yang belum dioptimalkan bisa dicari kekurangannya apa, " ulasnya.
Dia juga menyebutkan, luasan tanah dan bidang untuk proyek pembangunan ini juga harus disinkronkan. Sehingga, tidak ada masalah di kemudian hari.
Sedikitnya 20 desa dan delapan kecamatan yang berada di Kabupaten Sleman ini akan dilewati proyek tol Solo-Yogya-Bawen. Di 20 desa ini akan ada sebanyak 3.628 bidang tanah dan permukiman yang terdampak dengan luasan lahan sekitar 2.211.094 meter persegi atau 221,1 hektar (ha).
Untuk pembangun jalan tol Yogya-Bawen akan melewati lima kecamatan dan delapan desa dengan panjang jalan ± 10, 9 kilometer. Untuk total bidang mencapai 722 dengan luasan lahan sekitar 467.026 meter persegi.
Sementara itu, untuk jalan tol Solo-Yogyakarta nantinya akan melewati enam kecamatan dan 14 desa dengan panjang jalan 22,36 kilometer. Jalan tol Solo-Yogya ini akan melewati 2.906 bidang berupa persawahan, permukiman, dan lainnya dengan perkiraan luas mencapai sekitar 1.744.068 meter persegi. (ais)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/teka-teki-jalur-segitiga-emas-proyek-tol-solo-yogyakarta-bawen.jpg)