Teka-teki Jalur Segitiga Emas Proyek Tol Solo-Yogyakarta-Bawen
Pembangunan jalan tol Solo-Yogya-Bawen nantinya akan menjadikan DIY sebagai jalur segitiga emas. Daerah Istimewa Yogyakarta akan menjadi wilayah metro
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Iwan Al Khasni
Pembangunan jalan tol Solo-Yogya-Bawen nantinya akan menjadikan DIY sebagai jalur segitiga emas. Daerah Istimewa Yogyakarta akan menjadi wilayah metropolitan.Jalur emas ini disebut akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Yogyakarta.
.
.
"Nantinya ketika menjadi segitiga emas, DIY akan menjadi wilayah metropolitan," ujar Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY, Krido Sulaksono kepada wartawan, akhir pekan lalu.
Krido menjelaskan, ada tiga jalur emas nantinya begitu infrastruktur mulai dibangun.
Hal ini karena di DIY ada wilayah kawasan perkotaan Yogyakarta (KPY) dan wilayah Aglomerasi Yogyakarta.
"Nantinya jalur emas ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi, " jelasnya.
Akan tetapi, Krido masih enggan membeberkan tiga wilayah yang disebut menjadi jalur emas ini.
Hal ini karena adanya resiko terkait dengan pengadaan tanah.
"Untuk wilayah jalur emas ini mana saja, nanti kalau sudah waktunya saya jelaskan. Hal ini, untuk mengurangi resiko pengadaan tanah," paparnya.
Penertiban Tanah
Adanya proyek pembangunan jalan tol ini juga merupakan momentum menertibkan pemanfataan tanah.
Hal ini terutama bangunan yang ada di sepanjang selokan Mataran dan sepanjang pertanian.
"Apa yang diamanatkan dalam Perda Nomor 5 tahun 2019 tentang RT RW Provinsi sudah disahkan. Bahwa era sekarang era, pemanfaatkan pengendalian tata ruang. Ini momentum untuk penertiban pemanfaatan lahan, " jelasnya.
Dalam hal ini, pihaknya juga tengah menyusun rencana detail tata ruang kawasan (RDTRK) Sleman Timur. Hal ini karena baik trase tol Yogya- Bawen dan Solo-Yogya melewati kawasan Sleman, terutama Sleman Timur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/teka-teki-jalur-segitiga-emas-proyek-tol-solo-yogyakarta-bawen.jpg)