Teka-teki Jalur Segitiga Emas Proyek Tol Solo-Yogyakarta-Bawen
Pembangunan jalan tol Solo-Yogya-Bawen nantinya akan menjadikan DIY sebagai jalur segitiga emas. Daerah Istimewa Yogyakarta akan menjadi wilayah metro
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Iwan Al Khasni
"Saat ini maih disusun percepatan RDTRK Sleman timur. Kita mengevalausi pemanfaatan tata ruang, " paparnya.
Dia menjelaskan, untuk pengeringan lahan pertanian yang nantinya akan digunakan untuk permukiman baru akan dikaji lagi. Hal ini agar tidak mengurangi lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B).
“Untuk pengeringan, nanti khan ada penyusunan Perda RDTRK Sleman Timur. Kami bisa prioritaskan sepanjang tidak mengurangi LP2B,” jelasnya.
Dia mengatakan, sejauh ini memang belum memiliki data lengkap terkait dengan tanah berstatus hak milik dan kas desa yang terdampak proyek jalur tol ini.
Dia mengatakan, begitu punya data lengkap akan terpetakan hak milik dan tanah kas desa.
“Untuk tanah kas desa khan ada Perdes dan Surat Gubernur. Yang menempati pasti dapat non fisik, seperti lama usaha, lama tunggu. Sepanjang sudah punya izin,” jelasnya.
Krido menambahkan, untuk bulan Oktober ini, pihaknya mepersiapkan izin hingga nantinya tim persiapan turun ke lapangan yang ditargetkan padaNovember.
Adapun, tiga bulan setelah ada tim persiapan maka akan terbit IPL.
Secara teknis, konstruksi tol Solo-Yogya-Bawen ini diprediksi akan berjalan selama tiga tahun.
Untuk itu, pihaknya juga akan membuat penjadwalan terkait hal ini. Untuk saat ini, Krido juga mengibaratkan “argo” pembangunan jalan tol belum berjalan.
“Hari ini argo belum jalan karena ini masih pra sosialisasi. Tapi, nanti setelah Gubernur menetapkan tim persiapan argo berjalan. Dimana waktunya kami harus menyelesaikan tiga bulan dengan output terbit izin penetapan lokasi (IPL),” urainya.
Proyek Tol Solo-Yogya-Bawen Harus Matang
Penjabat (Pj) Sekda DIY, Arofa Noor Indriyani menjelaskan, perencanaan untuk proyek tol Solo-Yogya-Bawen ini harus benar-benar matang.
Termasuk, sinkronisasi dan harmonisasi data dari Pemda dan Pemerintah pusat harus benar-benar bagus.
"Perencanaan bagus hingga 70 persen dan ada sinkronisasi data. Nanti, penjadwalannya tinggal mengalir saja, " katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/teka-teki-jalur-segitiga-emas-proyek-tol-solo-yogyakarta-bawen.jpg)