Sleman

Angka Kasus DBD Meningkat Drastis di Sleman

Memasuki musim penghujan di akhir tahun ini, masyarakat diimbau untuk melakukan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Penulis: Santo Ari | Editor: Ari Nugroho
net
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Memasuki musim penghujan di akhir tahun ini, masyarakat diimbau untuk melakukan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Pasalnya di tahun ini kasus DBD di Sleman mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Data dari Dinas Kesehatan Sleman, hingga Oktober terdapat 667 kasus DBD dengan satu orang meninggal dunia.

Angka ini jauh diatas tahun lalu yang mencapai 144 kasus dan satu orang meninggal.

Wolbachia Beri Dampak Signifikan Penurunan Demam Berdarah di Yogya

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Sleman, Dulzaini mengatakan, kenaikan drastis terjadi karena tahun ini masuk pada siklus empat tahunan DBD.

"Siklus empat tahunan itu dipengaruhi cuaca. Cuaca itu yang kita tidak bisa merubahnya. Musim hujan kemarin cukup lama, walaupun kemarau ini juga panjang," ujarnya.

Terakhir, siklus tersebut terjadi pada tahun 2016 di mana kasus serangan DBD mencampai 880 kasus dan menelan korban sembilan orang meninggal.

Di tahun berikutnya, 2017, kasus DBD menurun menjadi 427 kasus dengan empat orang meninggal dunia.

Di tahun 2018 kembali menurun lagi menjadi 144 kasus DBD di Sleman dengan satu orang meninggal dunia.

Meski angka kasus DBD meningkat drastis, namun angka korban meninggal bisa ditekan.

Kasus meninggal dunia akibat DBD di tahun ini masih ada di bawah 1%.

Cegah Penularan Demam Berdarah, Warga Diimbau Lakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk

"Kalau kasus meninggal akibat DBD itu 1%, itu maksimal, ini kita masih ada di bawah itu. Dari 667 kasus DBD, satu orang meninggal," paparnya.

Ia menambahkan, dalam siklus ini, peningkatan kasus mulai terlihat di awal tahun 2019, di kala musim hujan.

Maka dari itu, menjelang musim hujan di akhir tahun agar kasus DBS tidak meningkat, Dulzaini mengimbau agar masyarakat bisa melakukan langkah-langkah pencegahan.

Ia tak henti-hentinya berpesan agar masyarakat dapat menjaga kebersihan lingkungan, terutama pada tempat berkembangbiak nyamuk.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved