Yogyakarta

Respons Dampak Kekeringan, Komisi A DPRD DIY Dorong Pemda DIY Jaga Ketersediaan Pangan

Hal ini disampaikan menyusul imbas musim kemarau panjang tahun ini yang mulai menimbulkan dampak di sektor pertanian berupa penurunan produksi bahan p

Respons Dampak Kekeringan, Komisi A DPRD DIY Dorong Pemda DIY Jaga Ketersediaan Pangan
istimewa
Sesi jumpa pers usai rapat koordinasi Komisi A DPRD DIY bersama BMKG dan BPBD DIY di Kantor DPRD DIY, Kamis (17/10/2019) 

Pemda DIY juga dipersilahkan memakai dana APBD untuk keperluan alokasi bantuan air bersih dan kebutuhan logistik lainnya.

Untuk anggaran 2020 juga akan dilakukan redesain anggaran tanggap darurat dan siaga darurat. Untuk jangka panjang, akan ada pembahasan lanjutan untuk melindungi lahan pertanian dan resapan air dari alih fungsi lahan seperti pemukiman dan hotel.

Komisi A Dorong Redesain APBD Untuk Tanggap Darurat dan Siaga Darurat Kekeringan Tahun 2020

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biworo Yuswantono mengatakan, sesuai hasil koordinasi dengan BMKG, ada waktu satu bulan untuk memastikan kekeringan di DIY tertangani dengan baik menyusul musim hujan yang diprediksi baru akan terjadi sekitar akhir November nanti.

Salah satu upaya BPBD, adalah melakukan koordinasi agar dropping air tepat sasaran.

“Kita selalu melakukan koordinasi ketika akan menyalurkan bantuan air bersih. Jadi tidak asal terima bantuan. Tapi kita atur dan tata. Daerah mana saja yang memang perlu bantuan. Jadi bantuan bisa merata dan maksimal. Sampai 11 Oktober kemarin total sudah 47.668.000 liter air bersih kita salurkan ke masyarakat yang butuh bantuan,” kata Biworo.

Menurut Biworo, dari empat kabupaten yang dilaporkan telah mengalami kekeringan, Kulon Progo dinyatakan tanggap darurat sejak 9 September lalu.

Status tanggap darurat ini bukan karena daerah tersebut terdampak kekeringan paling parah, melainkan karena kuota untuk distribusi air bersih tahun ini telah habis sehingga perlu bantuan dana tak terduga.

Sebagai upaya bersama mengatasi masalah kekeringan, Biworo mendorong gerakan massal mengembangkan sumur resapan, memelihara embung untuk tampungan air dan upaya lain untuk menahan air di tempat yang tepat.

Pasalnya, di beberapa wilayah DIY, kebutuhan air baik untuk konsumsi dan kebutuhan pertanian menjadi satu hal yang vital.

Musim Kemarau Tahun Ini Lebih Panjang

Halaman
123
Penulis: sus
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved