Bantul
Di Tangan Hendi, Batok Kelapa Disulap Jadi Cincin Bernilai Ekonomis Tinggi
Di Tangan Hendi, Batok Kelapa Disulap Jadi Cincin Bernilai Ekonomis Tinggi
Penulis: Amalia Nurul F | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Batok atau tempurung kelapa yang menjadi limbah dapur jadi kerajinan unik di tangan Hendi Hermawan (23).
Dengan keterampilan yang ia miliki, Hendi mengolah limbah tersebut menjadi cincin.
Tak hanya tempurung kelapa, limbah lainnya seperti sim card bekas dan tutup bekas galon air mineral juga jadi bahan berkarya Hendi.
Ia memang sengaja mengusung konsep natural dan recycle dalam karyanya.
Sebelum mengusung nama Idneh Craft, pada 2018 lalu, Hendi hanya iseng membuat cincin dari tempurung kelapa bersama teman-temannya.
• Tips Membeli Mobil Bekas Agar Tak Menghabiskan Banyak Uang untuk Perbaikan
• Alumni UNY Ini Merasa Lebih Bebas Menjadi Pengusaha
Namun hasilnya ternyata diminati banyak orang. Setiap kali jadi, cincin buatannya selalu diminta oleh teman-temannya.
"Dulu saya banyak diminta buat cincin sama teman-teman. Terus atas saran teman, disuruh jual aja. Awalnya nggak komersil banget, eh kok laku," ungkapnya saat ditemui Tribun Jogja di rumah sekaligus workshopnya di Dusun Sompok RT 5, Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri.
Saat itu dalam seminggu ia bisa memproduksi 3-7 pasang cincin. Kini, ia bisa membuat 3-4 pasang per hari. Dalam sebulan rata-rata ia membuat 20 pasang.
Satu buah cincin dihargai mulai Rp25.000 hingga Rp40.000 tergantung bentuk yang diinginkan. Ia juga menerima customize design sesuai keinginan pembeli. (Tribunjogja I Amalia Nurul Fathonaty)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/di-tangan-hendi-batok-kelapa-disulap-jadi-cincin-bernilai-ekonomis-tinggi.jpg)