Sejak Status Dinaikan jadi Waspada pada 2018 Silam, Gunung Merapi Sudah Dua Kali Meletus
Sejak Status Dinaikan jadi Waspada pada 2018 Silam, Gunung Merapi Sudah Dua Kali Meletus
Total ada 17 desa di enam kecamatan yang terkena hujan abu.
• BREAKING NEWS: Sejumlah Wilayah di Magelang Hujan Abu Pascaletusan Gunung Merapi
Dari data BPBD Kabupaten Magelang, ada 17 desa di enam kecamatan yang terkena hujan abu.
Kecamatan Srumbung di Desa Ngargosoko, Mranggen dan Srumbung.
Kecamatan Dukun di Desa Sumber, Talun, Ngargomulyo, Kalibening, Ngadipuro, Mangunsoko dan Dukun.
Kemudian di Kecamatan Salam, Desa Sucen dan Jumoyo.
Kecamatan Sawangan di Desa Sawangan. Kecamatan Muntilan di Desa Tamanagung dan Muntilan.
Kecamatan Mungkid di Desa Bojong dan Pabelan.
• Letusan Merapi Senin Mirip Erupsi 22 September, Tapi Kolom Asapnya Tiga Kali Lipat Lebih Tinggi
"Selain di Srumbung dan Dukun, hujan abu juga terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Salam, Sawangan, Muntilan, Mungkid," ujar Kepala BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto, Senin (14/10/2019).
Kepala Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Yatin, mengatakan, hujan abu terjadi di wilayah Desa Ngargomulyo.
Hujan abu turun tipis.
Kondisi paska letusan sendiri masih kondusif.
Warga setempat masih tenang dan beraktivitas seperti biasa.
Terkait letusan, tidak terdengar dentuman. Asap letusan sendiri tidak terlihat dari wilayah Ngargomulyo karena tertutup kabut.
"Tiba-tiba saja (hujan abu itu). Warga masih biasa dan kondisi kondusif. Masyarakat juga tidak panik," kata Yatin.
Untuk diketahui, terjadi awan panas letusan di Gunung Merapi pada tanggal 14 Oktober 2019 pukul 16:31 WIB.
Awan panas terekam di seismogram dengan durasi 270 detik dan amplitudo 75 mm.
Terpantau kolom setinggi maksimum 3.000 m dari puncak.
Angin bertiup ke arah Barat Daya. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sejak Berstatus Waspada, Letusan Gunung Merapi Terjadi Dua Kali", .
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/merapi-meletus-abu-vulkanik.jpg)