Sejak Status Dinaikan jadi Waspada pada 2018 Silam, Gunung Merapi Sudah Dua Kali Meletus
Sejak Status Dinaikan jadi Waspada pada 2018 Silam, Gunung Merapi Sudah Dua Kali Meletus
TRIBUNJOGJA.COM - Gunung Merapi kembali memuntahkan awan panas setinggi 3000 meter pada Senin (14/10/2019) sore sekitar pukul 16.31 WIB.
Letusan tersebut merupakan yang kedua sejak Gunung Merapi dinaikan statusnya menjadi waspada atau level II.
Status Gunung Merapi sendiri ditetapkan menjadi waspada sejak 21 Mei 2018 silam.
Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani mengatakan, selama 17 bulan status itu disandang Merapi, sampai saat ini sudah dua kali terjadi letusan membentuk awan panas dengan tinggi mencapai 3.000 meter di atas puncak.
"Ini dua kali semenjak gunung ini di level dua waspada sejak Mei 2018. Ini baru dua kali, yang pertama 22 September kemarin, dan kedua ini (Senin, 14 Oktober 2019) sore," kata Kasbani, di Kantor PVMBG, Kota Bandung, Selasa (15/10/2019).
• Pagi Ini, BPPTKG Laporkan Tidak Ada Guguran Lava Terjadi di Puncak Gunung Merapi
Bahkan, sejak 12 jam terakhir dari letusan kemarin, dua kali pula awan panas guguran terjadi.
"Tapi jaraknya masih di dalam radius 3 km, di luar itu masih aman," kata Kasbani.
Kondisi saat ini, aktivitas erupsi efusif masih terjadi, mengeluarkan lava yang membentuk kubah di puncak di daerah kawah gunung dan sebagian berguguran.
"Memang saat ini sudah memasuki 17 bulan, karena level dua itu sejak mei 2018, aktivitasnya sampai saat ini masih efusif dengan mengeluarkan magma, tapi dengan laju rendah jadi kondisi lava di atas masih sekitar 468.000 m2, jadi masih kecil," kata dia.
Sebelumnya, Gunung Merapi mengalami letusan dengan kolom setinggi kurang lebih 3.000 meter dari puncak, Senin (14/10/2019) pukul 16.31 WIB.
• Ini Penyebab Letusan Gunung Merapi yang Semburkan Awan Panas, Hujan Abu Tipis di Boyolali
Letusan terekam di seismogram dengan durasi 270 detik dan amplitudo 75 mm dan angin bertiup ke arah Barat Daya. Rekomendasi jarak bahaya 3 km dari puncak.
Di luar radius tersebut masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa. Namun, masyarakat diimbau untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik.
Hujan Abu di 6 Kecamatan di Magelang
Pascaawan panas yang dimuntahkan oleh Gunung Merapi pada Senin (14/10/2019) sore, enam kecamatan di Kabupaten Magelang mengalami hujan abu.
Enam kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Srumbung dan Dukun, juga terjadi di Kecamatan Salam, Sawangan, Muntilan dan Mungkid.
Total ada 17 desa di enam kecamatan yang terkena hujan abu.
• BREAKING NEWS: Sejumlah Wilayah di Magelang Hujan Abu Pascaletusan Gunung Merapi
Dari data BPBD Kabupaten Magelang, ada 17 desa di enam kecamatan yang terkena hujan abu.
Kecamatan Srumbung di Desa Ngargosoko, Mranggen dan Srumbung.
Kecamatan Dukun di Desa Sumber, Talun, Ngargomulyo, Kalibening, Ngadipuro, Mangunsoko dan Dukun.
Kemudian di Kecamatan Salam, Desa Sucen dan Jumoyo.
Kecamatan Sawangan di Desa Sawangan. Kecamatan Muntilan di Desa Tamanagung dan Muntilan.
Kecamatan Mungkid di Desa Bojong dan Pabelan.
• Letusan Merapi Senin Mirip Erupsi 22 September, Tapi Kolom Asapnya Tiga Kali Lipat Lebih Tinggi
"Selain di Srumbung dan Dukun, hujan abu juga terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Salam, Sawangan, Muntilan, Mungkid," ujar Kepala BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto, Senin (14/10/2019).
Kepala Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Yatin, mengatakan, hujan abu terjadi di wilayah Desa Ngargomulyo.
Hujan abu turun tipis.
Kondisi paska letusan sendiri masih kondusif.
Warga setempat masih tenang dan beraktivitas seperti biasa.
Terkait letusan, tidak terdengar dentuman. Asap letusan sendiri tidak terlihat dari wilayah Ngargomulyo karena tertutup kabut.
"Tiba-tiba saja (hujan abu itu). Warga masih biasa dan kondisi kondusif. Masyarakat juga tidak panik," kata Yatin.
Untuk diketahui, terjadi awan panas letusan di Gunung Merapi pada tanggal 14 Oktober 2019 pukul 16:31 WIB.
Awan panas terekam di seismogram dengan durasi 270 detik dan amplitudo 75 mm.
Terpantau kolom setinggi maksimum 3.000 m dari puncak.
Angin bertiup ke arah Barat Daya. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sejak Berstatus Waspada, Letusan Gunung Merapi Terjadi Dua Kali", .
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/merapi-meletus-abu-vulkanik.jpg)