BREAKING NEWS : Sore Ini, Merapi Semburkan Awan Panas Setinggi 3000 Meter

BREAKING NEWS : Sore Ini, Merapi Semburkan Awan Panas Setinggi 3000 Meter BREAKING NEWS : Sore Ini, Merapi Semburkan Awan Panas Setinggi 3000 Meter

BREAKING NEWS : Sore Ini, Merapi Semburkan Awan Panas Setinggi 3000 Meter
Twitter BPPTK
Merapi semburkan abu vulkanik, Senin (14/10/2019) 

Peningkatan gas ini terdeteksi dari stasiun pemantauan dari pukul 00.00 hingga 12.00 terjadi 29 kali gempa MP dan 14 kali gempa hembusan.

Jumlah hembusan MP dan hembusanini tergolong tinggi yang merepresntasikan peningkatan tekanan dan intensitas pelepasan gas vulkanik.

Selanjutnya, data pemantauan menurun dan tenang lagi setelah kejadian APL hingga rilis dikeluarkan.

Meski begitu, baik APG maupun APL, masih akan terjadi, karena suplai magma masih berlangsung yang ditunjukkan oleh masih terjadi gempa-gempa dari dalam seperti gempa VTA, VTB dan MP dalam jumlahb signifikan.

"Ancaman bahaya yang dapat ditimbulkandari aktivitas erupsi sama dengan sebelumnya, luncuran awanpanas, lontaran material eripsi radius 3 km dari puncak,"kata Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, pada rilisnya, Minggu malam.

Penampakan visual kubah lava baru Gunung Merapi dari Dusun Balerante, Kemalang, Klaten, Jateng, Selasa (9/10/2018). Gundukan hitam di puncak terlihat jelas saat cuaca cerah. Asap cukup tebal mengepul di celah bukaan kawah sektor tenggara.
Penampakan visual kubah lava baru Gunung Merapi dari Dusun Balerante, Kemalang, Klaten, Jateng, Selasa (9/10/2018). Gundukan hitam di puncak terlihat jelas saat cuaca cerah. Asap cukup tebal mengepul di celah bukaan kawah sektor tenggara. (Tribun Jogja/ Setya Krisna Sumarga)

Diberitakan Tribunjogja.com, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan menginformasikan bahwa hujan abu tipis terjadi sebagai dampak dari letusan tersebut.

"Hujan abu tipis dilaporkan terjadi di wilayah Tunggul Arum, Wonokerto, Turi. Namun saat ini sudah berangsur-angsur hilang," kata Makwan melalui pesan singkat.

Menurut Makwan, hujan abu tipis terjadi sekitar pukul 12.30 WIB hingga mendekati pukul 13.00 WIB siang.

Abu awalnya bertiup ke arah barat lalu berubah menuju arah barat laut.

Terkait situasi ini, Makwan memastikan bahwa tidak ada kepanikan dari warga.

Saat ini pun situasi sudah kondusif, aman, dan terkendali.

Ia pun memastikan masker masih belum dibutuhkan oleh warga lantaran hujan abu masih terbilang tipis.

"Stok masker di Tunggul Arum masih cukup, jika kurang akan ditambahkan dari Posko BPBD," jelas Makwan.

Sementara itu, Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Kaliurang, Lasiman membenarkan bahwa pada Minggu siang, terjadi awan panas letusan.

"Iya benar seperti yang di Twitter (akun twitter resmi BPPTKG Yogyakarta) itu," ujar petugas Pos PGM Kaliurang Lasiman saat dihubungi Kompas.com, Minggu.

Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, awan panas letusan yang terjadi pada pukul 11.36 WIB terekam di seismogram dengan amplitudo 70 milimeter.

Sedangkan, durasi tercatat 125 milimeter.

BPPTKG Yogyakarta juga mencatat, awan panas letusan tersebut terpantau dengan tinggi kolom lebih kurang 800 meter dari puncak.

Sampai saat ini, BPPTKG Yogyakarta masih menetapkan status Gunung Merapi pada level II atau waspada.

Sementara itu, warga Pangukrejo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman menuturkan bahwa warga di lereng Merapi tetap beraktivitas biasa.

"Warga beraktivitas biasa, tidak ada yang panik, kan sudah biasa. Jarak luncurnya juga masih di dalam radius 3 kilometer," ujar Eko, salah satu warga Pangukrejo.

Selain itu, aktivitas pariwisata khususnya di volcano tour Kinah Rejo juga masih berjalan normal. Bahkan, kunjungan wisatawan hari ini lebih ramai dari biasanya.

"Aktivitas wisata normal, kunjungan wisatawan hari ini ramai. Sampai siang ini, Saya sudah dua kali mengantar wisatawan (dengan mobil adventure)," kata Eko. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Hari Susmayanti
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved