BREAKING NEWS : Sore Ini, Merapi Semburkan Awan Panas Setinggi 3000 Meter
BREAKING NEWS : Sore Ini, Merapi Semburkan Awan Panas Setinggi 3000 Meter BREAKING NEWS : Sore Ini, Merapi Semburkan Awan Panas Setinggi 3000 Meter
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
"Suplai magma masih berlangsung dan cukup intensif, dari data informasi ada peningkatan tiga bulanan ini. Kami pantau seismisitas dan deformasi, ada gejalanya,"katanya saat jumpa pers di BPPTKG, Senin (23/9/2019).
Ia menjelaskan bahwa Gunung Merapi masih diperkirakan mengeluarkan awan panas.
Terkait dengan awan panas letusan yang terjadi Minggu (22/9) pukul 11.36, kondisi Merapi tidak berbahaya.
Letusan tersebut terjadi akibat adanya tekanan yang meningkat secara tiba-tiba. Jika ada peningkatan tekanan, rekahan tersebut seperti katib yang tertutup.
Dengan katub tertutup tersebut, menyebabkan gas terakumulasi, sehingga gas bisa terlepas.
"Di sisi lain ada peningkatan suplai magma. Jadi ada dua yang mempengaruhi, ada produksi gas secara alami, dan ada peningkatan suplay magma. Meski awan panas ini berbeda, tetapi kondisi Merapi tidak berbahaya,"jelasnya.
Untuk itu, ia mengimbau masyarakat tetap tenang. Terkait jarak aman, masih tetap 3km dari puncak . Hal itu karena jarak luncur awan panas relatif rendah.
"Untuk awan panas letusan yang kemarin jarak luncurnya 1.200 meter, yang paling jauh beberapa waktu lalu 2.000 meter. Jadi jarak aman masih sama,"tambahnya.

Letusan Gas
Diberitakan sebelumnya, Gunung Merapi sempat mengeluarkan awan panas pada Minggu (22/9/2019) pukul 11.36 WIB.
Awanpanas terekam di seismogram dengan amplitudo 70 mm dan durasi 125 detik dengan jarak awan panas diperkirakan sejauh 1200 meter.
Terpantau dari CCTV Merbabu kolom asap letusan setinggi lebih kurang 800 meter dari puncak.
Rilis BPPTKG yang diterima Tribunjogja.com menyebutkan, berbeda dengan awan panas guguran (APG) yang biasa terjadi sejak 1 Januari 2019.
Awan panas kali ini didahului dengan letusan gas sehingga disebut sebagai awan panas letusan (APL).
APG terjadi karena runtuhnya material kubah lava baru secara gravitasional atau tanpa kecepatan awal yang signifikan.
Sedangkan APL,runtuhnya kubah lava akibat tekanan gas dari dalam karena berlangsungnya suplai magma, gas vulkanik diproduksi kontinyu.