Sleman

Songsong Pilkada 2020, Sembilan Partai di Sleman Bentuk Koalisi

Pihaknya mengaku tengah menggodok dan melakukan upaya negosiasi terhadap segala kemungkinan yang terjadi dalam dunia politik kepala daerah di Sleman.

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Sembilan partai politik di Sleman deklarasi koalisi kebangsaan menatap Pilkada 2020 mendatang di Gedung Serbaguna Sleman, Minggu (13/9/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sebanyak sembilan partai politik membentuk koalisi yang mereka namakan koalisi kebangsaan.

Tujuannya menyongsong proses pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Sleman 2020 mendatang.

Koalisi ini dideklarasikan di Gedung Serbaguna Denggung, Sleman, Minggu (13/10/2019).

Kesembilan partai ini diisi oleh delapan partai non parlemen dan satu partai yang berhasil meraih kursi di parlemen.

Mereka terdiri dari Perindo, Demokrat, Hanura, PSI, Berkarya, PKPI, PBB dan Garuda sedangkan satu partai parlemen yakni PPP ikut bergabung.

Turun Jadi Rp 33 Miliar, Anggaran Pilkada Sleman 2020 Masih dalam Pembahasan

Koalisi kebangsaan ini diketuai oleh M Nasikin dari PPP Kabupaten Sleman.

Deklarasi ini diawali dengan pembacaan naskah oleh ketua koalisi dilanjutkan dengan penandatangan naskah oleh masing-masing perwakilan parpol.

Ketua Panitia Deklarasi Koalisi Kebangsaan, Lusiana Budi Martati mengatakan koalisi ini bukan hanya sekedar untuk meramaikan pesta demokrasi lima tahunan di Sleman.

Namun lebih dari itu koalisi ini dikatakan untuk mencari pimpinan baru di Sleman yang akan membawa perubahan lebih baik.

Yaitu pemimpin yang akan membawa Sleman lebih maju, sejahtera dan memberikan kenyamanan bagi warga Sleman.

"Karena itu dibutuhkan seorang pemimpin bijak dan visioner. Bijak dalam mengambil keputusan yang berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan, kemasyarakatan dan visioner dalam memetakan Sleman jauh ke depan tidak sekedar lima atau sepuluh tahun kedepan," kata Lusiana kepada media.

Tim Futsal Putri Sleman Raih Medali Emas di Porda DIY 2019

Dilanjutkan Lusiana, koalisi ini juga untuk menjawab tantangan baik nasional maupun daerah yakni rasa nasionalisme, intolerenasi dan korupsi yang akhir-akhir ini memanas pasca pemilu serentak awal tahun.

Hadirnya koalisi ini diharapkan menjadi barometer bagi wilayah lain di DIY bahwa dalam pilkada, Sleman mampu memberi rasa aman dan nyaman bagi warganya.

"Koalisi ini diharapkan akan mendapatkan pemimpin bagi Sleman. Yaitu pemimpin yang bijak dan visioner," tandasnya.

Usai acara, M Nasikin Ketua Koalisi Kebangsaan menjabarkan koalisi ini saat ini belum mengerucut pada salah satu nama calon yang akan diusung.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved