Pendidikan

UGM dan Balai Arkeologi DIY Identifikasi Tanaman dan Hewan Purba

Saat melakukan penggalian dan pengembangan arkeologi, tidak jarang menemukan fosil, artefak dan relief yang menyerupai tanaman dan hewan yang pernah a

UGM dan Balai Arkeologi DIY Identifikasi Tanaman dan Hewan Purba
Istimewa
Penandatangan nota kesepahaman kerja sama tersebut dilakukan oleh Kepala Balai Arkeologi DIY, Sugeng Riyanto dengan Dekan Fakultas Biologi UGM Prof. Dr. Budi Daryono 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Balai Arkeologi DIY banyak melakukan kegiatan di penelitian peninggalan benda purbakala.

Saat melakukan penggalian dan pengembangan arkeologi, tidak jarang menemukan fosil, artefak dan relief yang menyerupai tanaman dan hewan yang pernah ada di masa lampau.

Untuk membantu mengidentifikasi flora dan fauna purba tersebut, Balai Arkeologi menjalin kerja sama dengan Fakultas Biologi UGM.

Penandatangan nota kesepahaman kerja sama tersebut dilakukan oleh Kepala Balai Arkeologi DIY, Sugeng Riyanto dengan Dekan Fakultas Biologi UGM Prof. Dr. Budi Daryono.

Misterius, Arkeolog Temukan iPhone Saat Menggali Makam Kuno Berusia 2.137 Tahun

Wakil Dekan Bidang Pengabdian Masyarakat dan Kerjasama Fakultas Biologi UGM Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc mengatakan kerja sama ini akan dilakukan dalam bentuk pengiriman tim ahli biologi dari UGM dalam kegitan penelitian dan pengembngan arkeologi di DIY.

Selain itu peneliti dari Badan arekilogi akan melakukan magang di Fakukltas Biologi UGM.

“Ada beberapa situs arkeologi yang banyal terdapat makhluk hidup, fosild an relief yang menggabarkan tanaman atau hewa yang perlu diiidntifikasi,” katanya dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (11/10/2019).

Proses identifikasi ini akan melibatkan para ahli Biologi dan peneliti arkeologi untuk mengetahui jenis flora dan fauna yang ada di masa lalu.

“Nantinya kita bisa merekonstruksi kehidupan saat itu, termasuk misalnya serbuk sari zaman purba atau tanaman yang hidup di masa lalu, baik bentuk fosil atau artefak,” katanya.

Arkeolog Temukan Ratusan Kerangka Anak di Peru, Diduga Jadi Tumbal untuk Hentikan El Nino

Ketua Panitia Konferensi Internasional Biologi ke-6 Dr Hendry Saragih mengatakan sebanyak 200 peneliti dari tujuh negara akan memaparkan hasil penelitian mereka di bidang biologi.

Beberapa peneliti berasal dari Jerman, Jepang, Malaysia, Filipina dan Amerika.

“Ada pemaparan 200 hasil riset tentang biologi. Mereka memaparkan penelitian keanekaragaman hayati yang kini terancam dan rusak oleh ulah manusia,” kata Hendry.

Hendry menyebutkan, beberapa peneliti dari Indonesia memaparkan berbagai penelitiannya mengenai jenis flora dan fauna yang masih ada di tanah air sekarang ini direkomendasikan untuk dikonservasi.

“Ada yang meneliti genetik ikan endemik di Danau Lebo Sumbawa, catatan fosil rusa jawa, kajian ekologi badak jawa hingga kajian genetik Gajah Sumatera,” ujarnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved