Yogyakarta

7 Desa Unggulan DIY Ikuti Program G2R Tetrapreneur

Tetrapreneur tersebut bersifat lintas kedinasan, lintas kemitraan, dan lintas keilmuan untuk mengusung visi misi Jogja Istimewa.

Tayang:
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tujuh desa unggulan dilibatkan dalam kegiatan Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur yang berlangsung dari tanggal 10 Oktober hingga 23 Oktober di Jogja City mall (JCM).

G2R ini juga akan mencakup kegiatan Ekspose dan Pameran Produk Unggulan  di sejumlah desa dan UMKM DIY.

Desa yang dilibatkan dalam kegiatan ini adalah Desa Pelopor Desa dan Wukirsari Kabupaten Sleman ; Desa Girirejo Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul ; Desa Pagerharjo Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulonprogo; Desa Bangunkerto Kecamatan Turi Kabupaten Sleman ; Desa Putat Kecamatan Pathuk Kabupaten Gunungkidul ;dan Desa Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul.

Grebek Pasar Isuzu Traga, Lebih Dekat ke Konsumen

“G2R merupakan gerakan gotong royong wirausaha desa berbasis empat pilar yaitu rantai (Tetra 1), pasar (Tetra 2), kualitas (Tetra 3), dan merek wirausaha (Tetra 4). Untuk mengangkat kemandirian dan kewibawaan produk desa menjadi ikon-ikon dunia,” jelas Kepala Dinas Koperasi DIY Srie  Nurkyastiwi, kemarin.

Dia menjelaskan, peluncuran  dan ekspose Produk Unggulan G2R adalah kerjasama antara Dinas Koperasi DIY, Bappeda DIY, Biro Bina Pemberdayaan Masyarakat (Biro Bermas), Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) dengan Universitas Gadjah Mada.

Siwi menjelaskan, pihaknya pertama kalinya melaksanakan program kemitraan Tetrapreneur Budaya dengan didanai dengan Dana Keistimewaan (Danais) DIY, dalam upaya pemerintah DIY untuk mensejahterakan masyarakat.

Jatimulyo Masuk 28 Besar Lomba Desa Wisata Nusantara

Tenaga Ahli G2R, konseptor yang juga selaku Tenaga Ahli G2R dari UGM, Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph.D menjelaskan, pihak UGM memberikan edukasi mengenai G2R Tetrapreneur kepada desa unggulan tersebut dengan harapan kegiatan ini menjadi embrio pengembangan tetrapreneur.

Tetrapreneur tersebut bersifat lintas kedinasan, lintas kemitraan, dan lintas keilmuan untuk mengusung visi misi Jogja Istimewa khususnya dan untuk desa Indonesia pada umumnya.

“Selanjutnya Yogya diharapkan menjadi rujukan nasional untuk standar proses produk lokal Indonesia,” jelasnya.

Adapun, kegiatan G2R yang dilakukan DIY tersebut mendapatkan sambutan positif dari Kementerian Desa Tertinggal dan mengutus stafnya datang ke Yogyakarta untuk menyampaikan bahwa pengembangan desa G2R Tetrapreneur melalui Program Nasional smart village yang menyasar 100 desa di Indonesia, serta menjadi G2R tetrapreneur sebagi rujukan standarisasi nasional karya anak bangsa yang berkearifan lokal. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved