Kulon Progo

Jatimulyo Masuk 28 Besar Lomba Desa Wisata Nusantara

Desa Wisata Jatimulyo masuk dalam 29 besar nominasi lomba Desa Wisata Nusantara 2019 dari Kemendes PDTT.

Tayang:
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Desa Wisata Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo masuk dalam 29 besar nominasi lomba Desa Wisata Nusantara 2019 dari Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Tim penilai dan verfikator dalam lomba tersebut mengunjungi desa itu, Kamis (10/10/2019).

Jatimulyo menjadi satu dari dua desa yang mewakili DIY dalam lomba tersebut.

Adapun lomba Desa Wisata Nusantara 2019 diikuti oleh 158 desa dari seluruh Indonesia dan saat ini telah diseleksi hingga tersisa 28 desa saja.

Grebek Pasar Isuzu Traga, Lebih Dekat ke Konsumen

Anggota tim penilai lomba Desa Wisata Nusantara 2019, Epi Lugiarti mengatakan ini pertamakalinya lomba diadakan sesuai janji Presiden Joko Widodo yang ingin mendorong desa di setiap daerah bisa lebih maju, mandiri, dan sejahtera.

Di antaranya melalui pengembangan program desa wisata sebagai satu langkah memakmurkan desa.

"Desa wisata adalah bagian dari upaya untuk memajukan desa serta mensejahterakan masyarakat desa. Ujung ujungnya adalah membentuk desa maju, mandiri dan sejahtera," ujar Epi dalam kunjungan di objek wisata Taman Watu Blencong tersebut.

Dalam kunjungan kali ini, tim verifikasi mendengarkan pemaparan tentang desa wisata  Jatimulyo oleh Kepala Desa Jatimulyo, Anom Sukoco.

8 Ribu Keluarga di Kulon Progo Krisis Air Bersih

Selanjutnya tim verifikasi akan mengunjungi langsung salah satu obyek wisata di desa tersebut yakni air terjun Kembang Soka.

Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat dan SDM, Setda Kulon Progo, Bambang Sutrisno mengatakan kegiatan ini menjadi pendorong semangat bagi Desa Jatimulyo dan desa lainnya di Kabupaten Kulon Progo untuk lebih mengembangkan potensi wisata yang dimiliki masing-masing.

Di antaranya dengan turut melibatkan BUMDesa, Pokdarwis, tokoh masyarakat, karang taruna dan seluruh elemen masyarakat yang ada.

“Sehingga, tercipta pemberdayaan masyarakat yang akhirnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa itu sendiri. Masyarakat Desa diberdayakan sebagai pelaku dan bukan hanya penonton di desanya sendiri,” kata Bambang. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved