Yogyakarta

Seluruh Penerbangan Domestik Akan Pindah ke YIA pada Januari 2020

Ditargetkan pada Januari 2020 seluruh penerbangan domestik akan dipindahkan ke YIA dan tersisa penerbangan jarak dekat di Bandara Adisutjipto.

Seluruh Penerbangan Domestik Akan Pindah ke YIA pada Januari 2020
TRIBUNJOGJA.COM / Amalia Nurul F
General Manager PT Angkasa Pura I Yogyakarta, Agus Pandu Purnama 

TRIBUNJOGJA.COM - Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) ditargetkan rampung pada bulan Desember 2019.

Ditargetkan pada Januari 2020 seluruh penerbangan domestik akan dipindahkan ke YIA dan tersisa penerbangan jarak dekat di Bandara Adisutjipto.

General Manager Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, Agus Pandu Purnama mengatakan hingga saat ini progres pembangunan YIA sudah mencapai 88%.

"Di pertengahan januari, seluruh penerbangan yang domestik akan kita pindahkan ke YIA," jelas Pandu, Senin (7/10/2019).

Grebek Pasar Isuzu Traga, Lebih Dekat ke Konsumen

Namun untuk penerbangan internasional baru dilaksanakan pada bulan April 2020.

Hal itu dikarenakan masih menunggu setting untuk custom immigration quarantine (CIQ) seperti bea cukai, imigrasi dan karantina.

Pihaknya memberikan waktu dua bulan untuk mempersiapkan hal tersebut.

Sehingga Maret atau awal April sudah siap untuk penerbangan internasional.

"Sehingga di bulan April bandara Adisutjipto tersisa hanya pesawat propeller saja. Saat ini baru ada 10 flight propeller berbagai tujuan dan bulan April nanti ada penambahan propeller di Adisutjipto dengan tujuan berbeda," jelasnya.

Bandara YIA Siap Hadapi Musim Libur Nataru

Saat ini, di Adisutjipto ada 168 penerbangan dan di YIA baru terdapat 30 penerbangan di mana paling banyak rute Jakarta seperti citilink, Batik Air dan Garuda Indonesia.

Dengan hanya dilintasi pesawat propeller maka ke depan Bandara Adisutjipto hanya akan melayani penerbangan rute pendek saja.

Seperti Surabaya, Bandung, dan nanti akan ditambah Malang, Banyuwangi dan Karimunjawa.

Dengan adanya dua bandara ini dan jumlah penerbangan yang akan bertambah, Pandu berpesan agar masyarakat dan pemerintah dapat memanfaatkannya termasuk dari segi pariwisata.

"Sayang sekali kalau bandara ini tidak dimanfaatkan, karena kapasitasnnyakan besar yakni 20 juta penumpang (per tahun). Padahal Adisutjipto hanya 1,8 juta penumpang," paparnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: nto
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved