Patok Ditjen Perkeretaapian Sebatas DED, Warga Margoluwih Diminta Tidak Perlu Resah

Patok Ditjen Perkeretaapian Sebatas DED, Warga Margoluwih Diminta Tidak Perlu Resah

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
Tribunjogja.com/Alexander Ermando
Ngudi Wihardjo menunjuk patok Ditjen Perkeretaapian berwarna biru yang terpasang persis di depan rumahnya, Dusun Ngentak, Margoluwih, Seyegan pada Minggu (06/10/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY Sigit Sapto Raharjo menyampaikan warga tak perlu resah dengan kehadiran patok-patok dari Ditjen Perkeretaapian.

Berdasarkan temuan Tribunjogja.com pada Minggu (06/10/2019), setidaknya ada dua patok bertanda Ditjen Perkeretaapian terpasang di Dusun Ngentak, Margoluwih, Seyegan, Sleman.

Menurut Sigit, patok yang dipasang oleh konsultan Kemenhub RI tersebut hanya sebatas keperluan DED (Detail Engineering Desaign).

"Patok-patok itu hanya untuk perhitungan DED, tapi bukan berarti diperuntukkan bagi jalur kereta," jelas Sigit saat dihubungi siang ini.

Ada Patok Ditjen Perkeretaapian di Wilayahnya, Camat Seyegan Sebut Tak Ada Pemberitahuan

Warga Ngentak, Margoluwih Kaget Temukan Patok Ditjen Perkeretaapian di Depan Rumah

Sigit menjelaskan, patok-patok DED tersebut juga dipasang sebagai bagian dari studi Ditjen Perkeretaapian, terkait rencana pengembangan jalur kereta Semarang-Ambarawa-Magelang-Yogyakarta.

Ia mengetahui bahwa pemasangan patok-patok tersebut tidak melalui pembicaraan terlebih dahulu dengan pejabat setempat atau Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Sleman.

Sigit pun menyayangkan hal tersebut, sebab karena tidak ada pemberitahuan warga menjadi resah dan khawatir.

"Harusnya tetap ada melibatkan masyarakat dalam hal pemasangan patok tersebut," ujarnya. (Tribunjogja I Alexander Ermando)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved