BREAKING NEWS: Warga Ngentak, Margoluwih Kaget Temukan Patok Ditjen Perkeretaapian di Depan Rumah
Patok setinggi betis itu dicat warna biru, dengan plang keterangan Ditjen Perkeretaapian di sisinya
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Rina Eviana
Warga Ngentak, Margoluwih Kaget Temukan Patok Ditjen Perkeretaapian di Depan Rumah
Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Warga Dusun Ngentak, Margoluwih, Seyegan kaget melihat keberadaan patok Ditjen Perkeretaapian di depan halaman rumah.
Berdasarkan pantauan Tribunjogja.com pada Minggu (06/10/2019), patok tersebut berada tak jauh dari gapura Dusun Ngentak. Patok setinggi betis itu dicat warna biru, dengan plang keterangan Ditjen Perkeretaapian di sisinya.
Sejumlah warga yang ditanyai pun mengaku tidak tahu-menahu soal keberadaan patok tersebut.
Bahkan mereka justru mengetahuinya hari ini.
• Berikut Detail Desa yang Dilalui Tol Yogya-Solo, Yogya-Bawen, Semuanya di Kabupaten Sleman
"Baru ini saya lihat ada patok di sini, seingat saya kemarin belum ada," kata seorang warga yang tidak ingin dipublikasikan namanya.
Ngudi Wihardjo (54), yang rumahnya persis di belakang patok tersebut mengaku sudah mengetahui ada patok tersebut.
Menurutnya, patok itu sudah seminggu ada di situ.
• Aiptu P Tewas Sambil Menggenggam Pistol, Sementara Istrinya Tergeletak di Ruangan Televisi
Namun saat itu, patok itu masih polos tanpa keterangan. Awalnya ia menduga patok tersebut sebagai tanda mendirikan tiang listrik atau sejenisnya.
"Pas Sabtu kemarin kata anak saya ada yang datang mengecat patok tersebut dan memberi keterangan di situ," tutur Ngudi.
Tidak hanya satu, ada dua patok lagi yang lokasinya tak begitu jauh.
Satu patok di sisi barat dicat warna kuning.
Sementara ada satu patok yang masih berupa bambu yang tertancap di tengah sawah.
• Kadishub DIY Tegaskan Jalur Kereta Dibuat Elevated, Sejajar Jalan Tol
Manajer Humas PT KAI DAOP 6 Yogyakarta Eko Budiyanto saat diminta konfirmasi mengatakan patok tersebut bukan ranah pihaknya.
"Kalau masalah patok itu kewenangan dari Kemenhub Dirjen Perkeretaapian. Mungkin bisa menghubungi Kadishub DIY," kata Eko melalui pesan singkat.(*)