Liga Indonesia

PSIM Kembali Takluk di Kandang, Liga 1 Semakin Jauh

Dua gol yang dicetak Rudiyana (58) dan Zulfikar Ali Ohorella (90+3), membuat nasib PSIM di Liga 2 2019 pun semakin terancam.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri
KALAH. Pemain PSIM Yogyakarta, Junius Bate berebut bola dengan pemain Sulut United FC di stadion Mandala Krida, Kota Yogyakarta, Jumat (4/10/2019). PSIM Yogyakarta kalah dari Sulut United dengan skor 0-2 dan kesempatan untuk melaju ke babak 8 besar tertutup. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Muram. Tidak ada anthem 'AYDK' yang tedengar sesuai partai PSIM Yogyakarta versus Sulut United, di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Jumat (4/10/19).

Suasana tampak begitu murung, seiring kekalahan 0-2 yang ditelan tuan rumah. 

Dua gol yang dicetak Rudiyana (58) dan Zulfikar Ali Ohorella (90+3), membuat nasib PSIM di Liga 2 2019 pun semakin terancam.

Dengan koleksi 24 angka dari 17 pertandingan, peluang Laskar Mataram untuk menembus babak 8 besar pun nyaris terkubur.

PSIM Yogyakarta Kalah Lagi, Begini Kata Aji Santoso

Pelatih PSIM, Aji Santoso mengatakan, anak asuhnya sama sekali tidak dinaungi keberuntungan dalam laga kali ini.

Bagaimana tidak, ia menilai, skuatnya sudah memegang kendali permainan, sekaligus mencatat sejumlah peluang yang gagal berbuah gol.

"Saya juga tidak tahu, hari ini banyak peluang satu lawan satu ya, apa yang salah ini. Semua sudah saya berikan. Kita kendalikan permainan, tapi faktor luck tidak berpihak, itulah sepakbola, terkadang tidak sesuai harapan," katanya.

Walau begitu, Aji menegaskan, Laskar Mataram siap memaksimalkan tiga pertandingan tersisa, dimana dua diantaranya berlangsung di home.

Tapi, sebelumnya, klub berlambang Tugu Pal Putih itu lebih dulu away menuju markas Martapura FC, Selasa (8/10/2019).

PSIM Yogyakarta Kalah Lagi, Akui Keunggulan 0-2 Sulut United

"Meskipun tipis, peluang masih ada, karena jarak poin antar tim sangat kecil ya. Sebisa mungkin, kita tetap fight menjalani tiga laga terakhir," tegasnya.

Sementara Pelatih Sulut United, Ricky Nelson berujar, keberhasilan membaca permainan PSIM, menjadi kunci kemenangan timnya.

Ia mengungkapkan, dari laga ke laga, skema yang diperagakan Laskar Mataram tak terlalu jauh berbeda, sehingga mudah ditebak.

"Tidak berubah, mereka build up dari bek, lalu kita matikan Ade Suhendra, mudah saja, arahnya tertebak. Lalu, Ichsan Pratama juga kami matikan. Saya pikir, dua pemain ini mati, ya sudah, selesai," ujarnya.

Serupa dengan laga-laga sebelumnya, PSIM tampak kesulitan mengembangkan permainan.

Terlebih, Sulut United menerapkan defensive line yang begitu rendah.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved