Liga Indonesia
PSIM Kembali Takluk di Kandang, Liga 1 Semakin Jauh
Dua gol yang dicetak Rudiyana (58) dan Zulfikar Ali Ohorella (90+3), membuat nasib PSIM di Liga 2 2019 pun semakin terancam.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Ari Nugroho
Alhasil, peluang pertama pun baru didapat pasukan tuan rumah, kala match berusia 22 menit.
Melalui situasi corner kick, Rosi Noprihanis mendapat kesempatan emas, saat memperoleh bola liar di mulut gawang Sulut United.
Sayang, meskipun sudah berdiri sangat bebas, sepakan yang dilepaskannya terlalu mudah diantisipasi kiper Feri Kurniawan.
Saat barisan tengah dan depan tak kunjung membaik, lini belakang PSIM berulang kali melakukan kesalahan yang nyaris menguntungkan tim lawan.
Ya, Sabil yang kali ini menggantikan posisi Achmad Hisyam Tolle, benar-benar tampil buruk di babak pertama.
Bahkan, pada menit ke-45, Gusti Sandria hampir saja membawa Sulut United unggul terlebih dahulu.
Sepak pojok yang dieksekusinya, langsung mengarah menuju gawang PSIM.
Beruntung, sepakan melengkungnya masih sanggup digagalkan Ivan Febrianto.
Memasuki babak ke dua, PSIM langsung menggebrak.
Hasilnya, pada menit ke-48, Saldi Amirudin berpeluang memecah kebuntuan.
Menerima umpan silang akurat Rosi dari flank sisi kanan, heading eks PSM Makassar tersebut, melambung tipis di atas mistar.
Terlalu asik menyerang, barisan pertahanan PSIM pun kembali kedodoran.
Menerima crossing dari flank sisi kanan, Rudiyana, yang di paruh musim lalu didepak Laskar Mataram, menjadi mimpi buruk bagi tuan rumah, berkat sontekannya di menit ke-58.
Ribuan publik yang memadati Stadion Mandala Krida akhirnya terdiam, ketika Zulfikar Ali Ohorella mencetak gol ke dua Sulut United pada menit ke 90+3.
Sebuah skema serangan balik, diakhiri dengan tembakan mendatar ke sudut gawang Ivan. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pemain-psim-yogyakarta-junius-bate-berebut-bola-dengan-pemain-sulut-united.jpg)